Siswi SMPN di Bantul Ditegur Tak Pakai Jilbab di Kelas, Begini Faktanya

Pradito Rida Pertana - detikJateng
Rabu, 03 Agu 2022 19:11 WIB
Ilustrasi siswa atau sekolah
Ilustrasi (Foto: Getty Images/GlobalStock)
Bantul -

Seorang siswi SMPN 1 Pandak, Bantul, mendapat teguran dari gurunya akibat tidak mengenakan jilbab saat berada di dalam kelas. Begini faktanya.

Orang tua siswi yang ditegur karena tidak mengenakan jilbab, inisial L, menjelaskan kejadian bermula saat anaknya mewakili sekolah dalam audisi lomba menyanyi tingkat kabupaten tanggal 15 Juli. Audisi itu mewajibkan pengambilan video dengan kostum yang sudah disepakati pihak sekolah dan yang bersangkutan.

"Dari guru pembimbing, guru vokal dan siswa sepakat untuk mengenakan kostum nasional, yaitu batik lengan panjang, rok panjang tanpa jilbab dalam pengambilan video audisi menyanyi," kata L saat dihubungi wartawan, Rabu (3/8/2022).


Selanjutnya, sebelum take atau pengambilan video, terdapat waktu jeda sekitar 20 menit. Saat itu, kata L, anaknya mendapat tawaran apakah akan menunggu di lokasi pengambilan video atau menunggu di kelas.

"Karena anak saya tidak ingin ketinggalan pelajaran, akhirnya ikut kelas dulu. Tapi sampai kelas ada guru yang menegur (anaknya) karena tidak pakai jilbab," ucapnya.

Guru tersebut selanjutnya menanyakan alasan mengapa anaknya tidak mengenakan jilbab di dalam kelas. Mendapat pertanyaan tersebut, anaknya menjawab bahwa hanya bersifat sementara untuk keperluan pengambilan video.

"Sudah dijelaskan juga kalau keputusan tidak mengenakan jilbab ini hasil koordinasi dari guru pembimbing dan guru vokal. Tapi gurunya tetap bersikukuh kalau seharusnya tetap pakai jilbab saat take video," ucapnya.

L menyebut saat itu anaknya sama sekali tidak menyangkal atau menyela perkataan guru yang menegur.

"Bu guru ngendika (bicara) lagi, kalau kamu mau benci ibu silakan, anak menjawab langsung, tidak Bu, karena ibu berbicara seperti ini untuk kebaikan saya juga. Terus ibu guru bicara lagi, dengan mengutip ayat Al-Qur'an yang di situ ada larangan kalau wanita muslim tidak boleh melepas hijab," ujar L menirukan dialog antara anaknya dan guru tersebut.

Selanjutnya, pada tanggal 19 Juli anaknya malah diminta menghadap ke ruang kepala sekolah. Tidak hanya menghadap kepala sekolah, anaknya ternyata dihadapkan dengan guru matematika yang menegur soal jilbab, dan guru BK.

"Kok seperti itu? Anak saya yang masih SMP harus berhadapan dengan guru-guru yang lebih tua. Selain usia yang berbeda jauh, secara struktur juga berbeda, guru dan siswa," katanya.

Selengkapnya di halaman selanjutnya....