Raja Dinobatkan Jadi Mahasiswa Termuda UGM 2022, Begini Kisahnya

Tim detikJateng - detikJateng
Rabu, 03 Agu 2022 15:36 WIB
Mahasiswa baru termuda UGM usia 15 tahun
Raja, Mahasiswa baru termuda UGM usia 15 tahun. Foto: Doc. UGM
Jogja -

Raja Muhammad Hayuri Islami dinobatkan sebagai mahasiswa termuda Universitas Gadjah Mada (UGM) pada tahun ini. Remaja asal Pekanbaru, Provinsi Riau, ini menjadi mahasiswa UGM pada usia 15 tahun 11 bulan 11 hari. Ingin mengenal Raja lebih dekat? Berikut kisahnya.

Rangkaian Pelatihan Pembelajar Sukses bagi Mahasiswa Baru (PPSMB) UGM 2022 menjadi momen haru dan membanggakan bagi Raja Muhammad Hayuri Islami, salah satu Gamada (Gadjah Mada Muda) tahun ini.

Selain bisa merasakan kemeriahan upacara penerimaan mahasiswa baru yang pertama kali diselenggarakan secara luring setelah pandemi COVID-19, Raja juga berkesempatan maju ke panggung utama.


Secara simbolis, bersama Rektor UGM Prof Ova Emilia dan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X, Raja dinobatkan sebagai mahasiswa termuda UGM pada PPSMB 2022.

Dikutip dari laman resmi ugm.ac.id, mahasiswa baru asal Pekanbaru, Riau ini mengaku bangga dan senang bisa masuk UGM. Terlebih, usianya saat ini baru menginjak 15 tahun 11 bulan 11 hari. Kenapa Raja bisa menyabet predikat mahasiswa termuda UGM tak lepas dari riwayat pendidikannya sejak kecil.

Termuda Sejak SD

Kisah Raja menjadi pelajar termuda berawal sejak dia didaftarkan ke sekolah dasar (SD) pada usia 5 tahun. Meski paling muda di sekolahnya, Raja mengaku tak pernah merasa terganggu. Karena tampilan fisik Raja hampir sepadan, kawan-kawannya tidak ada yang menyadari kalau Raja sebenarnya lebih muda.

Meski umurnya lebih muda dari teman seangkatannya, Raja tetap dapat berprestasi maksimal. Saat SD, ia selalu berhasil menduduki rangking tiga besar. Namun, saat SMP, Raja tidak pernah masuk rangking. "Di SMP mungkin lagi masa pubertas, biasa saja tidak rangking," kata Raja, dikutip dari detikEdu.

Lulus SMA 2 Tahun

Setelah masuk SMA, Raja memilih jalur akselerasi di kelas IPS dan menjadi salah satu dari tujuh siswa yang lolos program tersebut. Melalui program akselerasi itulah Raja dapat menuntaskan pendidikannya di MAN Negeri 2 Pekanbaru secara lebih cepat, yaitu dua tahun saja.

Namun, di balik program akselerasi itu, ada perjuangan dan pengorbanan seperti yang dituturkan Raja yang dilansir detikEdu. "Karena program akselerasi, kita harus belajar dan memahami lebih cepat dibanding siswa yang lain. Saya waktu itu juga tidak mengikuti program ekstrakurikuler atau organisasi."

Selama mengikuti program akselerasi, Raja sudah tak begitu memikirkan soal rangking. Namun demikian, dia tetap bisa mendapatkan nilai akademik yang baik untuk pelajaran sosiologi, ekonomi, sejarah, dan geografi. "Nilai paling tinggi pada mata pelajaran sosiologi", ungkapnya.

Tertarik Filsafat sejak SMA

Naluri Raja memilih Program Studi Filsafat memang terlihat sejak kelas X SMA. "Saya kenal filsafat sejak kelas sepuluh. Sewaktu kecil juga sering menggunakan logika filsafat, berarti selama ini saya sudah menerapkan nilai-nilai filsafat," ujar mahasiswa baru yang bercita-cita melanjutkan kuliah S2 di fokus studi yang sama.



Simak Video "Kisah Para Petani China Lulusan Perguruan Tinggi"
[Gambas:Video 20detik]
(dil/ahr)