4 Sanksi dari UGM untuk Prof Karna gegara Unggah Ujaran Kebencian

Jauh Hari Wawan S - detikJateng
Rabu, 03 Agu 2022 14:03 WIB
Guru besar FMIPA UGM Prof Karna Wijaya, Senin (18/4/2022).
Guru besar FMIPA UGM Prof Karna Wijaya, Senin (18/4/2022). Foto: Jauh Hari Wawan S/detikJateng
Yogyakarta -

UGM memberikan sanksi etik kepada Prof Karna Wijaya terkait kasus dugaan ujaran kebencian terhadap Ade Armando beberapa waktu lalu. Ada empat poin sanksi yang dijatuhkan terhadap Prof Karna.

Sanksi itu tertuang dalam Keputusan Rektor Universitas Gadjah Mada Nomor 1843/UN 1.P/KPT/DSDM/2022 yang ditandatangani oleh Rektor UGM Prof Ova Emilia tertanggal 19 Juli 2022.

4 Sanksi Etik yang Dijatuhkan kepada Prof Karna Wijaya

  1. Kewajiban menyampaikan permintaan maaf secara tertulis melalui media massa arus utama nasional paling lambat 14 hari sejak Keputusan Rektor di atas berlaku serta tidak mengulangi lagi perbuatan yang sama.
  2. Selama dua semester Prof Karna Wijaya tidak berhak mendapatkan hibah penelitian yang diberikan Universitas Gadjah Mada dan/atau Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (F-MIPA) UGM.
  3. Yang bersangkutan juga akan mengikuti program pembinaan pegawai yang dilaksanakan oleh Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam UGM. Jika nanti terbukti tidak melaksanakan sanksi etik sebagaimana tersebut maka akan dijatuhi sanksi yang lebih berat.
  4. Dewan Kehormatan UGM merekomendasikan Prof Karna Wijaya untuk dijatuhi hukuman disiplin tingkat sedang sehingga Rektor UGM memutuskan agar pemeriksaan disiplin yang bersangkutan ditangani oleh Tim Pemeriksa sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil. Proses pengusulan dan pendampingan pemeriksaan disiplin tersebut akan difasilitasi oleh UGM dalam hal ini Direktorat SDM.

"Sanksi etik dalam Keputusan Rektor ini telah mempertimbangkan rekomendasi dari Dewan Kehormatan Universitas melalui Keputusan Dewan Kehormatan Universitas Gadjah Mada Nomor 1 Tahun 2022 pada tanggal 17 Juni 2022," kata Rektor UGM Prof Ova Emilia dalam keterangannya, Rabu (3/8/2022).


Halaman selanjutnya, klarifikasi dan permintaan maaf Prof Karna Wijaya...