Keluarga Sebut Tri Fajar Korban Rusuh Suporter Meninggal Bukan Juru Parkir

Keluarga Sebut Tri Fajar Korban Rusuh Suporter Meninggal Bukan Juru Parkir

Jauh Hari Wawan S - detikJateng
Rabu, 03 Agu 2022 11:36 WIB
Rumah duka Tri Fajar, Suporter PSS SLeman yang meninggal dunia, Rabu (3/8/2022).
Rumah duka Tri Fajar, Suporter PSS SLeman yang meninggal dunia, Rabu (3/8/2022). (Foto: Jauh Hari Wawan S/detikJateng).
Sleman -

Tri Fajar Firmansyah (23) seorang suporter PSS Sleman meninggal dunia pada Selasa (2/8) atau setelah delapan hari dirawat di RSPAU Hardjolukito. Dia merupakan korban salah sasaran saat kerusuhan suporter pada Senin (25/7) malam di depan supermarket Mirota Kampus, Babarsari.

"Meninggal jam 14.10 WIB, dirawat di RSPAU Hardjolukito sudah selama 8 hari," kata Wahyudi (59) yang merupakan ayah almarhum saat ditemui di rumah duka Dusun Tambakbayan, Caturtunggal, Depok, Sleman, Rabu (3/8/2022).

Dia juga mengenang jika anaknya sering menonton pertandingan PSS Sleman. Dalam kejadian rusuh itu pun dia meyakini jika anaknya tidak salah.


"Anak saya tidak salah, anak saya ini pendiam. Sama saya dekat, ya bercanda biasa sama ibunya itu juga (dekat)," bebernya.

Wayudi juga meluruskan pernyataan polisi yang menyebut jika anaknya merupakan tukang parkir. Sebab, yang merupakan tukang parkir adalah teman anaknya.

"Bukan parkir, cuma main itu. Anak saya biasanya kerja ojol makanan, bukan (tukang) parkir. Awalnya cuma diajak teman-temannya nonton konvoi," katanya.

"Yang parkir itu temannya, itu juga kena," imbuhnya.

Sepenuturan rekan-rekan Tri Fajar, lanjutnya, korban sempat berlari dan terjatuh dua kali dan diduga dikeroyok hingga menyebabkan luka di bagian kepala.

"Kemungkinan dikeroyok. Dari cerita teman-temannya, dia lari dan terjatuh dua kali. Dia lari dan dikejar sama yang brutal itu," tuturnya.

Pantauan detikJateng di rumah duka, para pelayat nampak sudah berdatangan. Pejabat Pemkab Sleman dan kelompok suporter juga ikut melayat.

Selain itu nampak juga karangan bunga berjejer di gang masuk rumahnya. Di antara karangan bunga itu ada satu karangan bunga yang dikirim oleh DPP Pasoepati, pendukung Persis Solo.

Dari informasi yang dihimpun, suporter PSS Sleman akan ikut mengantarkan jenazah hingga ke tempat peristirahatan terakhir.

(ahr/ahr)