Gotham City Jadi Julukan Babarsari, Begini Makna Simbol Kota Batman itu

Tim detikJateng - detikJateng
Rabu, 06 Jul 2022 20:17 WIB
Batman
Batman. (Foto: imdb)
Solo -

Babarsari Gotham City disematkan netizen kepada wilayah Babarsari di Kelurahan Caturtunggal, Depok, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Sosiolog Kriminal UGM Soeprapto, menilai Babarsari dapat label Gotham City, tempat tinggal Batman, karena catatan kerusuhan-kerusuhan yang pernah terjadi di daerah itu. Kerusuhan terakhir pada Senin (4/7) lalu. Lalu, apa makna simbol di balik Gotham City dan Batman.

Gotham City merupakan kota fiksi tempat tinggal karakter Batman besutan DC Comics. Gotham City selalu menjadi latar dalam cerita komik, film serial, maupun film layar lebar dengan tokoh utama Batman. Salah satunya film The Dark Knight Rises (2012).

Menurut Danu Widhyatmoko dalam jurnalnya, 'The Dark Knight Rises: Kita Butuh Simbol Untuk Menggerakkan' (HUMANIORA Vol 4 No 2, 2013), Batman tak hanya hadir sebagai pahlawan yang menyelamatkan kota dalam film tersebut. Namun, Batman juga hadir sebagai sebuah simbol yang menjaga harapan dari masyarakat Gotham City.


Kisah Batman dalam The Dark Knight Rises

Sebelum membahas simbol Batman dan Gotham City, kita ingat dulu tentang The Dark Knight Rises, film terakhir dalam trilogi Batman yang disutradarai Christopher Nolan.

Dalam film berdurasi 165 menit itu, Batman kehilangan tenaganya untuk mengakhiri teror yang bertubi-tubi. Karakter antagonis dalam film itu, Bane, menghajar Batman secara brutal. Tulang punggung Batman sampai patah.

Sejak itu, terciptalah teror yang lebih sistematis dan merata di sekujur Gotham City. Jangankan masyarakat yang tersandera, para polisi saja dikunci di bawah tanah. Gotham City chaos.

Kendali aktivitas kehidupan kota itu berpindah ke tangan kejahatan. Hukum mengekor kehendak penguasa. Masyarakat kehilangan harapan. Kerusakan terus terjadi. Singkat cerita, masyarakat pun apatis. Hingga pada satu momen, revolusi dianggap sebagai satu-satunya solusi.

Simbol Batman dan Gotham City

Dalam jurnal terbitan Bina Nusantara University itu, Danu menuliskan bahwa ide dalam film The Dark Knight Rises bukanlah menjadikan Batman sebagai dokter penyembuh segala penyakit. Batman dalam film itu sebagai simbol pemberi semangat untuk melakukan perbaikan di berbagai bidang.

"Kehadiran tersebut jelas tampak pada saat lembaga polisi sanggup hadir kembali ke tengah kota, mereka bersama-sama siap berjuang untuk melawan Bane dengan para anggotanya. Perang pun tidak dapat dihindarkan. Siapapun dapat mengambil perannya..." tulis Danu (HUMANIORA, 2013:1045).

Senada dengan pendapat Sosiolog Kriminal UGM Soeprapto. Menurut dia, Batman merupakan sang penolong warga Gotham. "Kalau dari segi Batman itu dia yang penolong, tapi pengganggunya itu yang dianggap sebagai Kota Gotham," kata Soeprapto saat dihubungi wartawan, Rabu (6/7/2022).

"Karena selalu saja muncul gangguan yang datang, tapi sayangnya Batmannya tidak datang. Yang datang perusuhnya," ujar dia. Kehadiran perusuh di dalam film Batman digambarkan sebagai penjahat atau mafia. Masyarakat, lanjut Soeprapto, kemudian menilai kehadiran perusuh itu seperti penjahat di Gotham City.

"Nah saya kira perusuhnya itu yang seolah-olah jadi kota itu, tapi andaikata Gotham, ya tidak. Tapi di sini ternyata yang konflik sesama Gotham, sesama perusuh," imbuh dia.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya...



Simak Video "Buntut Kerusuhan Babarsari, 4 Orang Tersangka Ditahan!"
[Gambas:Video 20detik]