Pengamen Pukul Batu Wisatawan di Jogja, Pj Wali Kota: Ada Unsur Pidana

Heri Susanto - detikJateng
Selasa, 05 Jul 2022 22:08 WIB
Tugu Jogja with slow shutter long exposure at night and fire light trail effect. This picture taken in Yogyakarya Indonesia. Tugu Jogja is a icon of Yogyakarya City.
Tugu Jogja. (Foto: Getty Images/Alfacano)
Yogyakarta -

Peristiwa pemukulan batu oleh pengamen ke wisatawan di salah satu angkringan di Kawasan Tugu, Jogja, Sabtu (2/7) viral di media sosial. Penjabat Wali Kota Jogja Sumadi menyebut aksi pengamen itu sudah masuk unsur pidana.

"Kita selalu bersinergi dengan aparat penegak hukum. Ini bukan masalah ketertiban, seperti misal teman-teman PKL yang tidak tertib. Tapi, kalau sudah memukul, itu kan ada unsur pidananya, kita sinergi dengan Polri," kata Sumadi, saat diwawancarai wartawan, di Kompleks Balai Kota Jogja, Selasa (5/7).

Sumadi menegaskan, Pemkot Jogja tak akan memberikan toleransi kepada oknum pengamen yang sudah melakukan tindak pidana.


"Satu sisi, untuk hal-hal seperti itu, karena Kota Jogja ini kan kecil, ya, mungkin, bisa saja dia datangnya dari luar kota," tandasnya.

Sumadi berharap, tak ada lagi peristiwa yang mencoreng Kota Jogja sebagai Kota Wisata. Ia pun mengajak semua stake holder pariwisata untuk sama-sama menjaga iklim wisata yang nyaman.

"Apalagi di masa libur panjang seperti ini, kita harus bersama-sama menjaga etika. Kita sangat mengimbau seluruh warga masyarakat, mari kita sambut wisatawan dengan baik, karena bagaimanapun mereka mendatangkan rezeki, berkah, bagi Kota Jogja," katanya.

Seperti telah diberitakan, jagad media sosial dibuat geger dengan pengakuan salah seorang dengan akun @suseno mahardiko di grup Facebook yang melihat seorang wisatawan wanita dilempar batu.

"Barusaja terjadi (02/07/2022) di angkringan pak jarot depan bank muamalat sebelah hotel harper, Seorang Pengamen mukul mbak2 wisatawan jogja yang lagi makan lesehan dengan batu besar pecahan konblok pedestrian karena kesal tidak diberi uang dan dari mas2 tukang parkir ataupun pihak keamanan tidak ada yang menindak pengamen tsb, sampai si mbak tersebut melempar batu besar kembali ke si pengamen, dan pengamennya kabur begitu saja.

saya kira pengamen di area ini dan malioboro perlu ditertibkan mengingat wisatawan jadi merasa tidak nyaman dan aman dan malah citra wisata yogyakarta malah bisa rusak karena tidak tertib.

Pendapat saya pribadi mengamen itu boleh tapi ditertibkan dan dibuat lebih tertata seperti di kota-kota besar sehingga tidak ada lagi kejadian seperti ini.

NB: pengamen yang memukul terlihat seperti penyandang disabilitas mental (Autisme) yang mana ini juga jadi persoalan lain di kota jogja yang masih punya tantangan untuk memberdayakan mereka.

saya tidak merekam atau memfoto kejadian ini karena saya menghormati korban, mohon menjadi evaluasi kita bersama.

Buat yang bertanya kenapa saya tidak membantu "mengamankan" Mohon maaf Saya membantu keluarga saya menyingkir dulu, karena takut kenapa2, dan salah bertindak sebagai turis lokal.

Dilihat detikJateng Senin (3/7) pukul 09.28 status itu sudah dikomentari 2.051 dan dibagikan 83 kali serta direspon 4.638 kali.



Simak Video "Holywings Jogja Ditutup Hingga Batas Waktu yang Belum Ditentukan"
[Gambas:Video 20detik]
(aku/ahr)