Melapor ke Polda DIY, Korban Kerusuhan Babarsari: Kantor Rusak-Anak Luka

Jauh Hari Wawan S - detikJateng
Selasa, 05 Jul 2022 18:17 WIB
Sejumlah ruko dan motor di daerah Babarsari, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, DIY, rusak-terbakar, Senin (4/7/2022).
Polisi olah TKP kerusuhan Babarsari, Sleman, DIY, Senin (4/7/2022). Foto: Tim detikJateng
Sleman -

Polda DIY menerima laporan pelapor yang mengaku menjadi korban dalam kerusuhan Babarsari. Pelapor menyebut kantornya rusak dan anaknya terluka.

"Ada dua kasus (yang dilaporkan). Karena perusakan dan pengeroyokannya ke anak saya. Jadi korbannya ada dua, karena saya secara materi rusak parah. Kedua anak saya yang secara fisik maupun psikis dikeroyok," kata pelapor inisial D, saat dihubungi wartawan, Selasa (5/7/2022).

Ia menjelaskan, anaknya terluka di bagian dada terkena benda tumpul dan lengan terkena serpihan kaca.


"Lemparan batu mengenai dada dan rusuk kiri K, sehingga memar dan sesak napas. Beberapa serpihan kaca mengenai lengan kiri hingga sobek dan berdarah," jelasnya.

Sebelumnya, D mengatakan anaknya diduga menjadi korban pengeroyokan oleh sejumlah orang tak dikenal. Pengeroyokan itu terjadi bersamaan dengan kericuhan di Babarsari, Senin (4/7) siang.

Saat itu anaknya sedang berada di kantornya untuk menunggu servis motor. Kantor tersebut lokasinya masih di kompleks ruko yang terjadi tempat kericuhan.

"Dia kan sebenarnya servis motor di sebelahnya supermarket. Itu kan sama kantor dekat. Karena motornya antre servis di situ, kan lama, jadilah saya minta dia tunggu di kantor saja. Baru sampai kantor, belum setengah jam terus dia WA. Ini ada rusuh-rusuh di sekitar kantor," jelasnya.

Saat kejadian ia sedang tidak berada di kantor. Ia kemudian menginstruksikan ke anaknya agar tidak usah ke mana-mana karena mengira kondisi kantor bakal aman.

Namun, tiba-tiba kantor itu dirusak massa. Lengan kiri K juga terluka kena serpihan kaca dan sempat mendapat ancaman.

"Saya bingung, apa disuruh keluar atau di dalam saja. Baru berpikir itu, saya telepon lagi, saya bilang ada di mana. Dia sudah duluan kena. Lemparan batunya sampai jauh ke dalam. Sampai ke dekat dia. Mau lari keluar, dia kena batu, pecahan kaca itu. Nggak bisa akses keluar akhirnya," ucapnya.

Sampai ada salah satu orang yang mengamankan dan memberi kesempatan K meninggalkan lokasi. Atas kejadian itu, D kemudian melapor ke Polda DIY pada Senin (4/7) sore.

Terpisah, saat dimintai konfirmasi, Kabid Humas Polda DIY Kombes Yuliyanto membenarkan adanya laporan tersebut.

"Kemarin sore, tanggal 4 Juli 2022, kurang lebih pukul 17.27, datang ke Polda DIY, inisial D pelapor. Pekerjaannya pengacara. Yang bersangkutan melaporkan atas peristiwa penganiayaan dan pengeroyokan. Penganiayaan itu dialami oleh anak D. Inisialnya K, umurnya 18 tahun," kata Yuliyanto kepada wartawan, hari ini.

Dalam laporan itu, K disebut mendapatkan hantaman batu besar saat berada di tempat kerja pelapor. Selain itu, disebutkan juga bahwa ruko atau tempat kerja pelapor rusak.

"Jadi, adanya laporan ini kita akan segera menindaklanjuti. Untuk dilakukan penegakan hukum kepada orang-orang yang melakukan. Memang di dalam LP (laporan polisi) ini, pelakunya atau terlapornya masih dalam lidik (penyelidikan) sehingga bisa saya katakan, terlapor itu tidak dikenal oleh pelapor maupun anaknya," jelasnya.



Simak Video "Buntut Kerusuhan Babarsari, 4 Orang Tersangka Ditahan!"
[Gambas:Video 20detik]
(rih/apl)