Banjir Bandang-Longsor Plampang Kulon Progo, Jalan Masih Tertutup Material

Jalu Rahman Dewantara - detikJateng
Jumat, 20 Mei 2022 10:59 WIB
Kondisi lokasi banjir bandang dan tanah longsor di Dusun Plampang II, Kalurahan Kalirejo, Kapanewon Kokap, Kulon Progo, Jumat (20/5/2022).
Kondisi lokasi banjir bandang dan tanah longsor di Dusun Plampang II, Kalurahan Kalirejo, Kapanewon Kokap, Kulon Progo, Jumat (20/5/2022). (Foto: Jalu Rahman Dewantara/detikJateng)
Kulon Progo -

Banjir bandang melanda Dusun Plampang II, Kalurahan Kalirejo, Kapanewon Kokap, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Kamis (19/5). Para pengungsi sudah pulang ke rumah masing-masing, sementara akses di daerah itu masih tertutup material banjir dan longsor.

"Untuk tadi pagi pengungsi sudah balik ke rumah masing-masing, untuk pembersihan rumah beliau masing-masing ya, termasuk pembersihan-pembersihan nanti kalau bisa, kalau ada yang peduli biasanya ada kerja bakti, sekitar sini," ucap Dukuh Plampang II, Dwi Wuryaningsih, saat ditemui wartawan di lokasi, Jumat (20/5/2022).

Total ada 6 Kepala Keluarga (KK) yang mengungsi ke rumah warga lain yang masuk wilayah aman. Mayoritas warga mengungsi karena rumahnya terdampak langsung bencana tersebut.

Dwi mengatakan selain membuat warga harus mengungsi, peristiwa kemarin petang juga menyebabkan akses jalan kabupaten di Plampang II tak bisa dilewati karena tertutup material tanah dan batu imbas longsor yang terjadi sesaat setelah kemunculan banjir. Totalnya ada dua titik yang tertutup longsor, dengan ketebalan 4-6 meter dan panjang berkisar 50 meter.

"Ini sebenarnya jalan kabupaten yang terjalur ke kalurahan dan kecamatan Kokap. Dan ini satu titik di atas juga terkena longsoran susulan, akhirnya menutup akses jalan tersebut. Untuk roda 2 dan roda 4 tidak bisa lewat," ujarnya.

Kondisi tersebut membuat warga yang ingin ke Kantor Kalurahan Kalirejo maupun Kantor Kapanaewon Kokap, harus memutar sejauh 5 km. "Dari sini sekitar 5 km, muternya, kalau langsung lebih dekat, paling nggak 2-3 km sampai kalurahan dan kecamatan," jelasnya.

Salah satu warga Suraji, menuturkan bahwa banjir bandang disertai tanah longsor di Plampang II merupakan akibat dari adanya aktivitas pertambangan andesit di sekitar sini. Kegiatan pertambangan yang mengeruk tanah tanpa adanya upaya reboisasi menyebabkan tanah bergerak sehingga riskan menimbulkan bencana.

"Akibatnya karena adanya kegiatan tambang, ada dua lokasi di atas situ, dampaknya ya longsor begini sampai merusak rumah dan tempat usaha warga," ujarnya.

Sementara itu warga lain, Hartini, mengaku masih was-was dengan peristiwa banjir bandang dan tanah longsor kemarin. Apalagi ini bukanlah peristiwa pertama. "Sebelumnya udah pernah mas, dua kali, dan ini yang ketiga. Yang jelas kami was-was, apalagi anak-anak kalau pas ada hujan dan angin kencang itu pasti takut," ucapnya.

Dari pantauan detikJateng pagi ini, warga setempat mulai melalukan pembersihan material tanah dan batu menggunakan peralatan seadanya. Pembersihkan masih berfokus di sekitar rumah-rumah yang terdampak.

Adapun untuk akses jalan yang tertutup material longsor belum terlihat adanya upaya pembersihan. Rencananya proses pembukaan akses jalan akan dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Kulon Progo menggunakan alat berat.

Diberitakan sebelumnya video berisi banjir bandang menerjang permukiman warga di Kabupaten Kulon Progo, DIY viral di media sosial. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat membenarkan video tersebut. Peristiwa itu terjadi pada kemarin sekitar pukul 17.00 WIB.



Simak Video "Ngeri! Cerita Warga Kulon Progo Saat Banjir Bandang Menerjang"
[Gambas:Video 20detik]
(sip/aku)