Kelompok Peternak Bantul Bikin Tempat Karantina Terpusat Antisipasi PMK

Pradito Rida Pertana - detikJateng
Senin, 16 Mei 2022 19:57 WIB
Dokter hewan dari Dispertan Purbalingga memeriksa sapi milik warga, Senin (16/5/2022).
Dokter hewan dari Dispertan Purbalingga memeriksa sapi milik warga, Senin (16/5/2022). Foto: Vandi Romadhon/detikJateng
Bantul -

Kelompok peternak di Kapanewon Srandakan, Kabupaten Bantul, menyiapkan tempat karantina terpusat bagi ternak sapi atau kambing yang baru didatangkan dari luar kota. Tempat karantina itu disiapkan untuk mengantisipasi masuknya wabah penyakit mulut dan kuku di kapanewon itu.

Apalagi, Srandakan berbatasan langsung dengan Kabupaten Kulon Progo yang telah memiliki kasus positif PMK.

Pada saat ini sudah ada puluhan kandang yang siap digunakan sebagai fasilitas tempat karantina terpusat.

"Ada kandang ternak kosong yang nantinya dapat diisi sekitar 5 sampai 10 sapi yang baru datang dari luar daerah," kata Ketua Kelompok Ternak Pandanmulyo, Pedukuhan Ngentak, Kalurahan Poncosari, Kapanewon Srandakan, Jumadi saat dihubungi wartawan, Senin (16/5/2022).

Menurut Jumadi, ternak yang baru didatangkan dari luar kota wajib menjalani karantina di lokasi yang sudah disiapkan. Karantina akan dilakukan selama 7-14 hari.

"Selama tenggat waktu itu nanti dilihat ada tidaknya gejala ke arah PMK. Kalau ada, ya jelas kita sendirikan dan lapor pihak terkait agar ditangani," ucapnya.

Meski tempat karantina sudah disiapkan, lanjutnya, hingga saat ini belum ada peternak yang menitipkan sapi atau kambingnya di fasilitas itu. Dia beralasan hingga kini aktivitas pengiriman ternak dari luar daerah tengah berhenti.

Sementara itu, peternak kambing asal Pedukuhan Babakan, Poncosari, Srandakan, Bantul Agus Sriyono memilih untuk berhenti jual-beli ternak untuk sementara. Selain berisiko, saat ini harganya juga jatuh.

"Untuk yang domba sama kambing itu, karena susah jual ke luar wilayah jadi mungkin harganya jauh dibanding kemarin-kemarin," ucapnya.

Menyikapi situasi tersebut, Agus lebih memilih untuk tidak menjual hewan ternaknya karena hanya akan laku murah. Agus memilih lebih bersabar sembari menunggu situasi dan kondisi membaik.



Simak Video "Cegah PMK Makin Meluas, Pemkab Lumajang Tutup Sementara 5 Pasar Hewan"
[Gambas:Video 20detik]
(ahr/aku)