Hampir 5 Jam Dialog dengan Pemda, Warga Sepakat Buka Blokade TPST Piyungan

Heri Susanto - detikJateng
Rabu, 11 Mei 2022 19:18 WIB
Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji usai bertemu dengan warga terkait blokade TPST Piyungan di Kepatihan Jogja, Rabu (11/5/2022).
Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji usai bertemu dengan warga terkait blokade TPST Piyungan di Kepatihan Jogja, Rabu (11/5/2022). (Foto: Heri Susanto/detikJateng)
Yogyakarta -

Setelah bertemu hampir lima jam, Pemda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan warga menyepakati membuka blokade akses ke TPST Piyungan. Blokade itu akan dibuka besok pagi.

"Bahwa mulai besok pagi TPST Piyungan bisa digunakan lagi. Warga secara sukarela membuka, tidak ada yang memaksa," kata Sekretaris Daerah (Sekda) DIY Kadarmanta Baskara Aji, saat jumpa pers usai pertemuan di Gedung Pracimosono, Kompleks Kepatihan, Kota Yogyakarta, Rabu (11/5/2022).

Pantauan di lokasi, pertemuan tersebut berlangsung mulai sekitar pukul 13.00 WIB hingga 17.45 WIB. Aji mengatakan keputusan ini disepakati warga yang memahami kepentingan seluruh DIY. Dari pertemuan hari ini, Ari melanjutkan, pemda DIY mendapatkan aspirasi warga sekitar TPST Piyungan.


"Dari kawan-kawan Pak Lurah dan Pak Camat dan juga warga Ngablak Banyakan I, II dan III TPST Piyungan dilakukan perbaikan-perbaikan sehingga dampaknya itu bisa diminimalisir," katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Lurah Sitimulyo, Kemantren Piyungan, Kabupaten Bantul, Juweni, menambahkan pertemuan warga dengan Pemda DIY hari ini berlangsung dengan lancar.

"Dan pertemuan ini sangat memuaskan, dari warga dan Pemprov berlangsung kekeluargaan, bisa saling tertawa tanpa merengut," kata Juweni.

Dia membenarkan hasil dialog ini adalah kesepakatan membuka blokade akses TPST Piyungan. Menurutnya keputusan ini diambil warga sekitar TPST Piyungan yang berkorban demi kepentingan yang lebih besar.

"Warga menyadari bahwa TPA adalah memang kebutuhan secara umum sedikit menyisihkan kepentingan pribadi demi kepentingan umum," pungkas Juweni.



Simak Video "Curhat Petani Bantul, Tak Bisa Tanam Padi Gegara Limbah TPST Piyungan"
[Gambas:Video 20detik]
(sip/ams)