Mayat Mengapung di Karangwuni Dipastikan Wisatawan Hanyut Pantai Glagah

Mayat Mengapung di Karangwuni Dipastikan Wisatawan Hanyut Pantai Glagah

Jalu Rahman Dewantara - detikJateng
Selasa, 29 Mar 2022 14:38 WIB
Evakuasi mayat yang ditemukan di perairan Karangwuni, Wates, Kulon Progo, Selasa (29/3/2022).
Evakuasi mayat yang ditemukan di perairan Karangwuni, Wates, Kulon Progo, Selasa (29/3/2022). Foto: dok Basarnas Yogyakarta
Kulon Progo -

Tim SAR Gabungan memastikan sosok mayat yang ditemukan mengapung di perairan Karangwuni, Wates, Kulon Progo, adalah wisatawan yang tersapu ombak di Pantai Glagah. Korban dilaporkan hilang pada Minggu (27/3) kemarin.

Mayat itu ditemukan oleh tim Search Rescue Unit (SRU) 4 pada pukul 09.30 WIB. Jarak lokasi penemuan sekitar 1 km dari titik awal tenggelamnya 2 wisatawan di Pantai Glagah.

"Setelah dilakukan Identifikasi oleh tim dokter RSUD Wates, jenazah yang tadi ditemukan adalah korban terseret ombak Pantai Glagah. Hal ini juga berdasarkan keterangan pihak keluarga, yang memastikan bahwa benar itu adalah korban yang kemarin tenggelam," ungkap Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa (SRI) Wilayah V Kulon Progo, Aris Widyatmoko kepada wartawan, Selasa (29/3/2022).


Aris menjelaskan korban atas nama Oktafiansah Rahmadan Zahwan (18), warga Kotagede, Yogyakarta. Oktafiansah sebelumnya terseret ombak bersama adiknya, Ivander Tristan Zahwan (9) di Pantai Glagah, Temon, Minggu (27/3).

"Korban ditemukan mengapung di perairan Karangwuni, jarak dari lokasi kejadian ke lokasi penemuan kurang lebih 1 km," jelas Humas Basarnas Yogyakarta, Pipit Eriyanto.

Saat ini tim SAR Gabungan berkekuatan 50 personel masih melakukan satu korban lagi yakni Ivander Tristan Zahwan. Tim dipecah menjadi 5 SRU, untuk menyisir sekitar lokasi hilangnya korban. Proses penyisiran dilakukan via darat, laut dan udara.

Kecelakaan itu terjadi saat korban Zahwan sedang bermain di pantai. Ombak besar yang tiba-tiba datang menyeretnya ke tengah laut.

Oktafiansah yang berada di dekatnya mencoba menolong namun gagal. Dia justru ikut terseret ombak dan menghilang.

"Korban 1 sedang duduk di pinggir pantai tiba-tiba ombak besar datang sehingga terseret sampai di bibir pantai, korban 2 yang berada di dekatnya menolong korban 1, sudah dalam genggaman namun kedua korban terseret arus ke selatan," ucap Kepala Kantor Basarnas Yogyakarta L Wahyu Efendi, kepada wartawan Minggu (27/3).

"Keduanya terkena ombak besar sehingga masuk ke palung laut, lalu korban terpisah dan hilang, anggota satlinmas sudah berupaya menolong ke selatan namun korban sudah hilang," jelas Wahyu menambahkan.



Simak Video "Geger! Mayat Wanita Ditemukan di Dalam Sumur di Deli Serdang"
[Gambas:Video 20detik]
(ahr/ams)