Update

Gembira Loka Zoo Bantu Pelepasliaran Macan Tutul Jawa di TN Gunung Ciremai

Heri Susanto - detikJateng
Rabu, 02 Mar 2022 15:27 WIB
Momen Macan Tutul Jawa tampak di Alas Purwo Banyuwangi
Momen Macan Tutul Jawa tampak di Alas Purwo Banyuwangi. (Foto: dok. Rendra Des Kurnia/istimewa)
Yogyakarta -

Gembira Loka (GL) Zoo akan ikut berpartisipasi dalam pelepasliaran seekor macan tutul Jawa (Panthera Pardus Melas) di Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) Sabtu (5/3/2022) mendatang. Macan tutul ini diselamatkan tahun 2019 silam.

Macan Tutul Jawa merupakan salah satu satwa prioritas endemik Indonesia yang sudah terancam punah. Keberadaannya dilindungi berdasarkan Surat Keputusan Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam Ekosistem (KSDAE) No. 180/IV-KKH/2015 bersama 24 spesies penting lainnya.

Juru Bicara GL Zoo Fahmi Ramadhan menjelaskan Gembira Loka Zoo bersama mitra Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Cikananga turut berkontribusi dalam kegiatan habituasi Macan Tutul betina itu.

"Macan tutul ini diselamatkan tahun 2019 lalu. Kedua mitra bekerja sama dengan erat, dari awal perencanaan, persiapan dan kegiatan habituasinya," kata Juru Bicara GL Zoo Fahmi Ramadhan, melalui keterangan tertulis, Rabu (2/3/2022).

Meskipun masih dalam kondisi pandemi yang berdampak pada sektor pariwisata dan kebun binatang pada khususnya, GL Zoo berupaya untuk dapat memberikan dukungan sebaik mungkin. Selama ini, lanjut Fahmi, GL Zoo cukup intens menggelontorkan donasi untuk perawatan macan tutul Jawa tersebut.

"GL Zoo aktif mengirimkan donasi untuk perbaikan kandang habituasi dan kandang jebak macan tutul di Site Bintangot. Selain itu juga membantu pembuatan kandang angkut untuk macan tutul itu, lalu memasang CCTV untuk observasi satwa saat habituasi dan penyediaan alat berupa lima unit CCTV dan TV monitor untuk pemantauan 24 jam," katanya.

Bahkan, untuk memantau kondisi harian macan tutul Jawa tersebut, GL Zoo secara rutin mengirimkan tiga keeper atau perawat satwa.

"Kami turunkan tiga keeper (perawat satwa) yang bertugas secara bergantian ke TNGC dari tanggal 30 Januari 2022 sampai saat ini," kata Fahmi.

Persiapan pelepasliaran itu juga didukung oleh beberapa pihak seperti tim Cikananga, TNGC, Polisi Hutan, SINTAS dan Universitas Kuningan untuk persiapan habituasi sebelum dilepasliarkan.

Adapun lokasi pelepasliaran macan tutul itu berada di Taman Nasional Gunung Ciremai atau TNGC karena yang merupakan kawasan pelestarian alam yang bisa memberikan ruang bagi sumber daya alam hayati untuk hidup dan berkembang biak.

Adapun macan tutul Jawa menjadi komponen terpenting dalam menjaga ekosistem dengan posisinya sebagai pemangsa tertinggi.

"Macan tutul ini salah satu komponen yang berperan penting dalam keseimbangan ekosistem yakni sebagai top predator atau pemangsa tertinggi dalam rantai makanan ekosistem yang memiliki pengaruh besar terjadinya keseimbangan ekosistem," kata Fahmi.

Fahmi berharap, dengan pelepasliaran ini, akan membantu mengembangkan semua komponen biotik dan abiotik dan berperan untuk menjaga ekosistem lingkungan.

Catatan Redaksi:

Judul dan beberapa narasi di badan berita ini telah diubah oleh Redaksi pada Kamis (17/3/2022) pukul 18.27 WIB, untuk memberikan penegasan bahwa pada kegiatan tersebut GL Zoo hanya merupakan pihak yang digandeng untuk proses pelepasliaran satwa yang dimaksud.
Demikian, atas ketidaknyaman yang terjadi sebelumnya, kami meminta maaf. Terimakasih.



Simak Video "Anak di Bawah 12 Tahun Sudah Bisa Masuk GL Zoo Yogyakarta"
[Gambas:Video 20detik]
(aku/sip)