Mobil Mercy Dirusak di Bantul, Ini Pengakuan 3 Pelakunya

Pradito Rida Pertana - detikJateng
Sabtu, 29 Jan 2022 14:20 WIB
Polisi merilis pelaku perusakan mobil Mercy di Bantul.
Tiga pelaku perusakan dan pengeroyokan terhadap pemobil di Bantul diliris polisi, Sabtu (29/1/2022).
Bantul -

Kasus cekcok yang berujung perusakan mobil Mercy e-260 oleh massa di Kalurahan Tamantirto, Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul, memasuki babak baru. Polisi meringkus 3 tersangka perusakan mobil dan penganiayaan terhadap pengemudi.

Kapolres Bantul AKBP Ihsan mengatakan setelah mengetahui informasi itu, polisi langsung bergerak cepat dan melakukan penyelidikan hingga akhirnya berhasil meringkus beberapa pelaku perusakan dan pengeroyokan. Menurut dia, masih ada pelaku lain yang kini tengah diburu.

"Jadi dari malam Jumat lidik dan tadi malam sekitar jam 11 tim kami dibackup Polda DIY menangkap 3 pelaku pengeroyokan dan perusakan di Tamantirto. Ini akan terus berkembang, terindikasi ada 6 orang lebih pelaku," katanya kepada wartawan di Polres Bantul, Sabtu (29/1/2022).

Ketiga pelaku adalah ATW (22), MDK (21) dan CP (25). Atas perbuatannya, mereka disangkakan Pasal 170 KUHP tentang perusakan terhadap barang maupun orang. "Untuk ancamannya 5 tahun 6 bulan penjara," ujarnya.

Polisi merilis pelaku perusakan mobil Mercy di Bantul.Barang bukti perusakan dan pengeroyokan terhadap pemobil di Bantul. (Pradito RIda/detikJateng) Foto: Pradito Rida Pertana/detikJateng

Kronologi kejadian

Kapolres menjelaskan kasus tersebut berawal saat pengemudi Mobil mercy yakni MGW (39) menarik rem mendadak di depan restoran siap saji di Jalan Bantul. Hal itu membuat juru parkir di restoran menegur si pengemudi dan menggebrak kap mobil.

"Pengemudi yang tidak terima lalu keluar mobil dan terlibat cekcok dengan tukang parkir. Nah, saat cekcok itu datang teman-teman tukang parkir sehingga pengemudi panik dan melarikan diri," ujarnya.

Pengemudi melarikan diri ke selatan hingga masuk ke kawasan Kasongan. Selama melarikan diri itu, MGW menabrak 3 pemotor . Namun, tidak ada korban yang berarti.

"Sempat dikejar dan saat pengejaran menabrak beberapa orang, ada 3 motor yang ditabrak. Tapi hanya keserempet, tidak ada korban luka, hanya kendaraan tergores," ucapnya.

Untuk masalah laka lantas itu telah ditangani Satlantas Polres Bantul. Pihak-pihak yang terlibat sepakat menyelesaikan kasus secara kekeluargaan.

"Untuk laka lantas sudah kami tangani dan diselesaikan secara kekeluargaan oleh kedua pihak. Bahkan, pengemudi mobil siap mengganti segala kerugian," ujarnya.

Dirusak massa

Namun, kasus ini memasuki babak baru karena saat di Kalurahan Tamantirto, Kapanewon Kasihan, MGW menjadi sasaran pengeroyokan oleh sejumlah orang. Mobilnya juga dirusak massa.

"Untuk peristiwa keduanya, Lanjutan tabrak lari itu, yang ditabrak tidak terima dan mengejar pelaku. Beberapa masyarakat ikut terprovokasi karena ada teriakan maling-maling," ujarnya.

"Akhirnya di perempatan Tamantirto kendaraan (MGW) berhenti dan terjadilah kasus pengeroyokan dan perusakan bersama-sama terhadap MGW," imbuh Ihsan.

Akibat hal tersebut, MGW mengalami luka memar. Kaca depan, kaca belakang, dan spion mobil MGW juga rusak. Kerugian MGW ditaksir hingga Rp 50 juta.

"Jadi walaupun tidak lapor, tetap kita cari dan buatkan laporan tipe A karena perusakan dan pengeroyokan tidak dibenarkan," ucapnya.

Ihsan mengimbau masyarakat agar tidak mudah termakan provokasi sebelum mengetahui yang terjadi sebenarnya.

"Imbauan kepada masyarakat, jangan coba-coba main hakim sendiri. Kedua, kami imbau masyarakat jangan mudah meneriakkan kata maling atau kata-kata bersifat provokasi," katanya.

Pengakuan tersangka

Sementara itu, ATW mengaku merusak mobil dan menganiaya MGW karena terbawa emosi. Mengingat sebelumnya mahasiswa salah satu universitas swasta di Yogyakarta ini ditabrak MGW.

"Iya (mengaku ikut merusak dan menganiaya korban), karena korban tabrak lari makanya saya kejar. Saya masih mahasiswa," katanya.

Senada dengan ATW, MDK juga mengakui semua perbuatannya. MDK mengaku terbawa emosi akibat tertabrak dan ingin melampiaskannya kepada korban.

"Iya (memukul 8 kali kaca samping dan lempar batu), ada orang lain melempar batu dan ada pecahannya lalu saya ambil (dan dilemparkan)," ujarnya.

Sedangkan, CP mengaku sehari-hari berprofesi sebagai driver online khusus pesanan makanan. CP awalnya tidak berniat melakukan perusakan jika tidak terprovokasi.

"Saya driver (pengantar makanan online). Jadi ceritanya itu saya disuruh ngejar (mobil MGW) karena ada ojol yang jatuh akibat tabrak lari di Gamping. Jadi ya terprovokasi saja," ucapnya.



Simak Video "Warga Setuju Buka Blokade TPST Piyungan, Sampah Mulai Diangkut"
[Gambas:Video 20detik]
(bai/dil)