Info IBL

Bima Perkasa Kalah Lagi, Nasib Dean Murray di Ujung Tanduk

Jauh Hari Wawan S - detikJateng
Sabtu, 22 Jan 2022 15:59 WIB
Bima Perkasa
Bima Perkasa Jogja telan kekalahan keempat. (Foto: dok.Bima Perkasa)
Jogja -

Permainan DNA Bima Perkasa Jogja belum membaik di laga terakhir Seri I Indonesian Basketball League (IBL). Melawan Bali United di Hall Basket Senayan Gelora Bung Karno, Azzaryan Pradhitya dkk tumbang 69-50, Sabtu siang.

Ini merupakan kekalahan keempat yang membuat DNA Bima Perkasa masih berkutat di papan bawah Divisi Merah Indonesian Basketball League (IBL) 2021/2022. Hasil buruk ini membuat nasib pelatih Dean Murray berada di ujung tanduk.

"Kami akan evaluasi total. Untuk pemain, kepala harus tetap tegak dan terus bekerja keras untuk seri selanjutnya," kata Owner DNA Bima Perkasa Edy Wibowo kepada wartawan, Sabtu (22/1/2022).

Kanca Bima, julukan fans Bima Perkasa, mulai tidak sabar dengan performa tim. Mereka mengkritik game plan Dean Murray di media sosial.

Pelatih asal Amerika berpredikat Asean Basketball League (ABL) Coach of The Year 2019 itu dianggap gagal meramu kekuatan skuad yang sebenarnya punya daya ledak itu. Tagar #deanmurrayout menggema selama dua hari terakhir.

Akun Instagram Bima Perkasa pun kebanjiran komentar. Kanca Bima juga tak segan minta manajemen segera mencopot Dean Murray sebagai pelatih.

"Harus ganti pelatih kayaknya," kata akun @yogkriz22.

"DeanMurrayOut," tulis akun @priwanaryo.

"Meskipun saya cuma pelatih daerah, yang namanya prepare atau persiapan itu butuh. Try out dan try in mungkin perlu dievaluasi juga, bahkan coach-nya ya ampun, datang saha mepet pak boz..mbok iya o yang serius pak e," kritik @johandevoodo.

Kembali ke laga melawan Bali United, DNA Bima Perkasa yang turun tanpa Restu Dwi Purnomo dan David Simeon Lavi bisa mengimbangi Bali United di kuarter pertama dan kedua. Namun, di kuarter tiga dan empat, game plan Dean Murray membuat mereka kesulitan menghadapi gelombang serangan Bali United.

Kondisi ini relatif sama seperti dua pertandingan sebelumnya, lawan Amartha Hangtuah dan Evos Thunder. Kabar baiknya, Ali Mustofa dan Indra Muhammad, dua pemain pilar DNA Bima Perkasa musim lalu mulai membuka rekening poinnya.

Ali kembali jadi bantar yang sulit ditembus sementara akurasi tembakkan Indra mulai membaik. Samuel Devin juga membantu banyak di area pertahanan. Point Guard itu menyumbang lima rebound di area pertahanan dan satu kali memetik bola di pertahanan lawan.

Jordan Jacks yang melempem di laga ke-3 juga kembali bicara. Jordan membukukan 14 angka selama 24 menit berada di lapangan.

Namun membaiknya performa sejumlah pemain belum berhasil mengantar tim meraih kemenangan, karena mudahnya lawan membaca game plan ramuan Dean Murray dan kesalahan taktik dalam rotasi pemain.

(aku/mbr)