Seorang Warga Wonosari Meninggal Akibat Leptospirosis

Pradito Rida Pertana - detikJateng
Kamis, 20 Jan 2022 14:37 WIB
Ilustrasi dokter kandungan
Ilustrasi dokter (Foto: Getty Images/iStockphoto/BongkarnThanyakij)
Gunungkidul -

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gunungkidul mencatat pada awal tahun ini ada dua kasus leptospirosis. Seorang di antaranya meninggal dunia.

"Data sementara terdapat dua orang yang terpapar leptospirosis. Satu di antaranya beberapa waktu lalu tidak terselamatkan dan meninggal dunia," kata Sekretaris Dinkes Gunungkidul Abdul Azis kepada wartawan, Kamis (20/1/2022).

Warga yang meninggal itu, kata Azis, adalah warga Kalurahan Baleharjo, Kapanewon Wonosari. Satu orang lainnya merupakan warga Kapanewon Saptosari.

"Untuk keseharian yang bersangkutan adalah pencari pakan ternak," ujarnya.

Menurutnya, sepanjang tahun 2021 lalu terdapat 17 orang yang terkena leptospirosis. Berdasarkan pemetaan, puncak kasus tersebut biasanya terjadi pada bulan November, Desember dan Januari.

"Dari jumlah tersebut (17 kasus leptospirosis tahun 2021), empat di antaranya meninggal dunia," ucapnya.

Saat ini petugas dari Dinas Kesehatan sedang penyelidikan epidemologi terkait dengan kasus leptospirosis tersebut. Pihaknya menekankan pada masyarakat untuk lebih waspada kembali karena pada bulan-bulan tersebut aktivitas di lahan pertanian cukup tinggi.

"Dan diperkirakan pada bulan Januari ini merupakan puncak penghujan," katanya.

Kepala Dinkes Gunungkidul Dewi Irawaty menambahkan, untuk mencegah leptospirosis masyarakat diimbau lebih waspada dan melakukan antisipasi dini. Seperti halnya saat beraktivitas, apalagi jika aktivitasnya banyak di sawah.

"Pencegahannya bisa dari sering cuci kaki, menggunakan alas kaki saat berladang, segera mengobati luka terbuka dan lainnya. Selain itu, kader di setiap pedukuhan nantinya juga akan memberikan edukasi," ujar Dewi.



Simak Video "Pantai Glagah Yogyakarta Dibanjiri Wisatawan saat Libur Lebaran"
[Gambas:Video 20detik]
(rih/sip)