Fabiola Elizabeth Agnes menjadi tersangka dalam kasus penipuan online atau scammer jaringan internasional yang bermarkas di Solo Baru, Sukoharjo. Mantan artis itu berperan melayani video call untuk memikat korban. Meja riasnya turut menjadi barang bukti.
Punya Ruangan Sendiri
Kabid Humas Polda Jateng Kombes Artanto mengatakan Fabiola ikut tinggal bersama komplotan itu di kos Solo Baru, Sukoharjo. Fabiola menjadi salah satu orang yang ditangkap saat penggerebekan.
"Yang bersangkutan (ada) saat penggerebekan di Solo tersebut," kata Artanto saat dihubungi detikJateng, Selasa (2/6/2026).
Fabiola yang berperan sebagai model dalam kasus penipuan itu diketahui memiliki ruang sendiri untuk merias diri.
"(Berarti memang ikut ngekos dari lama?) Betul, yang bersangkutan punya ruang sendiri termasuk ruang rias sendiri. Ada barang bukti meja rias," ungkap Artanto.
Artanto mengatakan, Fabiola berperan menjadi model untuk video call dengan para korban. Tugasnya meyakinkan korban agar berinvestasi di platform trading crypto bodong.
"Yang bersangkutan sebagai talent berperan sebagai pacar pada saat korban ingin video call terhadap siapa lawan bicaranya," kata dia.
"(Apakah video call mengarah ke pornografi?) Untuk saat ini penyidik berfokus tentang peran talent yang merayu korban agar terpikat dan ikut investasi fiktif tersebut," ujar Artanto.
Diketahui, Fabiola merupakan warga negara Jerman yang sudah lama tinggal di Indonesia dan pernah menikah dengan Reza, anggota boyband Smash. Keduanya menikah pada 2018 lalu cerai pada 2020.
Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Artanto membenarkan mantan artis berinisial F yang telah diungkap dalam rilis kasus scamming di Solo Baru adalah Fabiola Elizabeth Agnes.
"(Apakah benar model berinisial F adalah Fabiola mantan istri Reza Smash?) Bisa dibenarkan," kata Artanto melalui pesan singkat kepada detikJateng, Selasa (2/6/2026).
Artanto mengatakan, Fabiola telah menjadi model dari awal kasus penipuan itu bermula sehingga ia termasuk dalam komplotan penipu tersebut.
Video Call Sesuai Kehendak Korban
Direktur Direktorat Reserse Siber (Ditressiber) Polda Jateng Kombes Himawan Susanto Saragih menyebut komplotan scammer jaringan internasional itu menggandeng Fabiola untuk menjadi model guna memikat korban.
"Jadi model yang dapat kami amankan ini tugasnya adalah melayani video call sesuai dengan yang dikehendaki korban," kata Himawan dalam jumpa pers di Mapolda Jateng, Kota Semarang, Senin (1/6).
Himawan mengungkapkan, awalnya tim marketing di jaringan scammer itu yang bertugas menggaet korban. Ketika korbannya belum yakin untuk berinvestasi, eks artis itu pun turun tangan.
"Marketing itu mendapat korban. Apabila di dalam pendalaman mereka si korban butuh keyakinan, maka yang tampil adalah bukan marketing, tapi model. Karena marketing ini ingin supaya korban segera melakukan investasi yang sudah ada, yang sudah ditawarkan," ujar dia.
(dil/apu)