Polisi menangkap dua pelaku kasus pembacokan terhadap seorang pemuda di Jalan Gatot Subroto (Gatsu), Kecamatan Serengan, Kota Solo. Pelaku berinisial RAT (23) dan RH (30) warga Solo.
Wakapolresta Solo, AKBP Sigit, mengatakan pelaku diburu usai membacok R (23) warga Serengan pada Jumat (15/5) sekira pukul 03.30 WIB.
"Kami mengamankan terduga pelaku pada Selasa, 26 Mei 2026, jam 01.00 WIB, di kawasan Kelurahan Mojo, Kecamatan Pasar Kliwon," kata Sigit saat konferensi pers di Mapolresta Solo, Selasa (26/5/2026).
Sigit menjelaskan, kejadian bermula saat pelaku keluar dari salah satu hotel Kecamatan Laweyan dengan menggunakan motor Honda Scoopy. Sesampainya Simpang Pasar Beling (Jalan Yosodipuro), pelaku bertemu dengan kedua korban yang tengah berboncengan.
Saat berpapasan itu mereka sempat saling bertatapan. Kemudian kedua pelaku putar balik dan mengejar korban, hingga melakukan aksi pembacokan di Gatsu.
"Motif ketersinggungan antar pengguna jalan, antara korban dengan pelaku," ucapnya.
Pelaku sempat buron hingga akhirnya ditangkap. Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti seperti motor Honda Scoopy, tas, pisau lipat, karambit, celurit beserta sarungnya, kapak, battom stik, HP, pakaian, KTP pelaku, dan helm korban.
Polisi masih mendalami lagi motif tersangka, termasuk adakah TKP atau korban lain dari aksi kedua pelaku. Polisi juga masih mendalami apakah pelaku dalam terpengaruh minuman keras atau obat-obatan terlarang.
"Pasal yang diterapkan Pasal 466 KUHP tentang penganiayaan dengan pemberatan, dengan hukuman maksimal 5 tahun," Pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, video rekaman CCTV yang memperlihatkan pemotor yang dibacok pemotor lain di Jalan Gatot Subroto, Kecamatan Serengan, Kota Solo, jadi viral. Rekaman CCTV itu viral di grup Facebook Info Cegatan Solo.
Dalam beberapa rekaman CCTV yang diunggah, memperlihatkan motor Yamaha Gear yang dikendarai A (25), dan pemboncengnya R (23), dipepet Honda Scoopy yang saling berboncengan. Pengendara Honda Scoopy kemudian mengeluarkan celurit lalu membacok kaki R. Kedua korban merupakan orang Solo.
Saat dikonfirmasi, R mengatakan keduanya awalnya nongkrong dan makan di kawasan Mangkubumen di pada Kamis (14/5) malam. Lalu pada Jumat (15/5) sekira pukul 03.30 WIB, mereka kemudian pulang ke arah Serengan.
Kedua korban kemudian bertemu dengan kedua pelaku di lampu merah SMA Muhammadiyah 2 Solo, di jalan Yosodipuro. Pelaku awalnya datang dari arah berlawanan dengan korban.
"Dia harusnya di jalur yang kiri, tapi ke kanan. Kita menghindari, lalu sekilas sempat saling tatapan. Dia lewat dari sisi kiri kami. Kami tidak menghiraukan, kita lurus saja, tapi mereka puter balik mengejar kami," kata R saat ditemui di daerah Manahan, Solo, Selasa (19/5/2026).
A dan R mencoba menghindari pelaku. A yang mengendarai motor mencoba melewati jalan yang ramai untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.
Sesampainya di Jalan Gatot Subroto, A dan R dipepet pelaku. Ternyata kedua pelaku sudah mengeluarkan senjata tajam jenis celurit.
"Dua-duanya bawa (celurit). Pertama mereka mengetuk di helm saya dua kali sampai rusak. Kemudian dia menyabet kaki kanan saya," jelasnya.
Akibat kejadian itu, R mengalami luka sabetan di kaki kanan sepanjang 10 centimeter. Dia kemudian dilarikan di Rumah Sakit PKU Muhamadiyah Solo dan mendapatkan 13 jahitan.
Simak Video "Menyaksikan Keindahan Air Terjun Grojogan Sewu di Tawangmangu, Solo"
(dil/apu)