Ke Akmil Magelang, Menko AHY Tinjau Pembangunan IPAL Senilai Rp 11,4 M

Ke Akmil Magelang, Menko AHY Tinjau Pembangunan IPAL Senilai Rp 11,4 M

Eko Susanto - detikJateng
Sabtu, 11 Jul 2026 21:08 WIB
Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meninjau pembangunan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) dan sistem penyediaan air minum (SPAM) di Akmil Magelang, Sabtu (11/7/2026).
Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meninjau pembangunan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) dan sistem penyediaan air minum (SPAM) di Akmil Magelang, Sabtu (11/7/2026). Foto: Eko Susanto/detikJateng
Magelang -

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), meninjau pembangunan instalasi air limbah (IPAL) dan sistem penyediaan air minum (SPAM) di Akademi Militer (Akmil) Magelang. Untuk SPAM yang mana air diolah menggunakan mesin langsung bisa diminum.

Dalam peninjauan ini, Menko AHY mendapatkan penjelasan dari Kepala Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan Jawa Tengah, Nanda Lasro Elisabet Sirait. Bangunan IPAL dan pengolahan air bersih ini berada di kompleks Akmil Magelang.

Untuk pengolahan sistem penyediaan air minum sudah jadi. Sedangkan untuk IPAL saat ini masih berlangsung.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya ingin melihat secara langsung progres pengerjaan proyek infrastruktur terkait dengan air. Yang pertama, SPAM. Yang kedua, IPAL," kata AHY kepada wartawan di kompleks Akmil Magelang, Sabtu (11/7/2026).

ADVERTISEMENT

"Di sini adalah lokasi untuk pengelolaan air minum yang bisa dikonsumsi oleh seluruh warga yang ada di Akademi Militer, terutama para taruna-taruni. Yang tentunya membutuhkan kecukupan air minum yang bersih, yang sehat," sambung AHY.

AHY mengatakan, di sini ada proses pengolahan termasuk ultraviolet untuk memastikan bakteri-bakteri tidak lagi hidup. Nantinya air yang dialirkan menuju barak-barak, faviliun maupun flat bisa langsung dikonsumsi.

"Dan artinya air-air tersebut bisa dialirkan ke barak-barak, faviliun, flat sehingga langsung dikonsumsi oleh para taruna. Karena kegiatan atau aktivitas fisik yang berat di Akademi Militer maka tidak boleh kekurangan cairan. Kekurangan air minum bisa mengakibatkan dehidrasi dan berakibat fatal, oleh karena itu ini adalah instalasi yang penting sekali untuk memastikan sekali lagi para taruna kita bisa tercukupi kebutuhannya termasuk warga yang lainnya," tambah putra Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tersebut.

Selain SPAM, kata AHY, sedang mengerjakan IPAL. Menurutnya, sebuah instalasi untuk pengolahan air limbah.

"Tadi dipetakan juga ada beberapa lokasi yang sudah diidentifikasi untuk memastikan tidak lagi ada air limbah terperangkap di suatu lokasi, kemudian menyebabkan aroma yang tidak sedap, yang baunya sangat keras. Termasuk tentunya tidak sehat buat para penghuni Akademi Militer, para taruna," ujar AHY.

"Ini sedang diperbaiki sistemnya, sedang disiapkan dan ini membutuhkan waktu mudah-mudahan Desember, akhir tahun bisa selesai. Anggaran yang disiapkan sekitar Rp 11,4 miliar. Mudah-mudahan kalau itu sudah selesai, sekali lagi semakin membuat kampus Akademi Militer ini sehat dan nyaman untuk semuanya," tegas AHY.

AHY berharap, mudah-mudahan bisa ditambah lagi. Hal ini mengingat jumlah taruna bertambah.

Sementara itu, Kepala Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan Jawa Tengah, Nanda Lasro Elisabet Sirait mengatakan, air dari mata air yang masuk ke PDAM. Menurutnya, dari mata air dialirkan PDAM ke Akmil.

"Di sini diolah jadi air minum langsung (diminum). Debitnya dua setengah liter per detik. Saat bisa (digunakan) 2.500," ujarnya.

Beri Pembekalan ke Para Taruna Akmil

Dalam kunjungannya ke Akmil, AHY juga sempat memberi ceramah pembekalan kepada para taruna. Ia mengutarakan transformasi merupakan sebuah perjalanan tanpa akhir. Menurutnya, setiap orang punya andil, punya rencana, tapi yang menentukan Tuhan YME.

"Biasanya kita punya sesuatu yang ingin kita capai. Ketika kita tidak bisa mencapai, kita kecewa atau sedih. Tapi, di sisi Tuhan paling tahu rencana terbaik untuk kita,setuju para taruna," kata AHY.

Transformasi tersebut dilalui, kata AHY, yang semuanya berawal dari Lembah Tidar. Menurutnya, disadari atau tidak disadari karena tempaan begitu keras yang dilakukan para senior, pelatih yang melahirkan kesatria-kesatria dari Lembah Tidar.

"Di sinilah kita ditempa untuk memiliki tiga fundamental, bukan hanya pendidikan, tapi juga dalam kehidupan, Tri Sakti Wiratama. Sering kita menyebutkan tanggap, tanggor, trengginas. Tapi, inilah memang yang dibutuhkan untuk kita bisa sukses," imbuhnya.

Kemudian bagi taruna tingkat III yang sebentar lagi akan dilantik menjadi perwira oleh Presiden Prabowo Subianto, AHY mengaku kedatangannya dengan sebuah rasa bangga melihat generasi penerus yang juga memiliki optimisme, sekaligus memiliki keunggulan.

"Di Akademi Militer inilah sebagai kawah candradimuka mereka semua dibekali dengan berbagai aspek kepemimpinan. Cerdas secara intelektual, memiliki karakter yang juga kokoh, serta kesiapan fisik yang prima untuk menjalan tugas-tugas setelah mereka dilantik dan memimpin di satuan angkatan darat," ujar AHY kepada wartawan.

"Tentu saya juga menyampaikan sejumlah pesan sebagai seorang kakak, seorang senior yang pernah juga mengikuti pendidikan di Lembah Tidar ini. Tapi, kemudian saya juga mencoba untuk membuka wawasan spektrum yang luas tentang tren global apa yang terjadi di dunia saat ini," ujarnya.

AHY juga mengatakan, perwira tidak hanya harus menguasai keterampilan militer, tapi juga dengan memahami berbagai dinamika global termasuk geopolitik, dampak ekonomi dan berbagai permasalahan termasuk bidang infrastruktur.

"Di mana saya saat ini juga mengemban amanah di porfolio Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan. Saya ajak para taruna untuk juga memiliki urgensi untuk memahami masalah. Sekaligus juga menyiapkan diri sebaik mungkin agar bisa sukses dalam kariernya, dalam jalur profesi militer, tapi juga dalam membantu masyarakat yang ada di sekitarnya," pungkasnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Berenang dan Menyusuri Panjangnya Kali Udal Gumuk di Magelang yang Menakjubkan "
[Gambas:Video 20detik] (apu/apu)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads