Polisi memburu dua orang terduga pelaku pembacokan di Jalan Gatot Subroto (Gatsu), Kecamatan Serengan, Kota Solo. Dalam kasus itu, seorang remaja berinisial R (23), warga Solo mengalami luka bacok pada bagian kaki.
Kasi Humas Polresta Solo AKP Lingga Ramadhani mengatakan, peristiwa pembacokan itu terjadi pada Jumat (15/5) sekira pukul 03.30 WIB. Korban yang tengah berboncengan dengan rekannya, berinisial A (25), berpapasan dengan kedua pelaku.
"Korban berjalan dari arah utara ke selatan, tepatnya di simpang empat Pasar Beling, lalu berpapasan dengan terduga pelaku dari arah barat menuju utara. Saat di simpang tersebut, pelaku mengendarai kendaraannya terlalu melebar hingga hampir menyebabkan kecelakaan," kata Lingga, kepada awak media di Mapolresta Solo, Rabu (20/5/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Usai berpapasan yang hampir menyebabkan kecelakaan itu, kedua pelaku dan kedua korban saling bertatapan. Korban mencoba mengabaikan, dan langsung pergi namun dikejar oleh pelaku.
Pengejaran tersebut sampai di jalan Gatsu. Hingga kedua pelaku mengeluarkan senjata tajam jenis celurit.
"Sambil mengejar korban, pelaku diduga mengetuk helm korban dari belakang menggunakan celurit kecil sebanyak dua kali. Selanjutnya pelaku menyayatkan celurit itu ke bagian tubuh korban mengenai paha kanan, sehingga mengalami luka 10 cm," jelasnya.
Korban kemudian di larikan ke Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Solo. Setelah itu korban melaporkan ke Polsek Serengan.
Lingga mengatakan, polisi langsung merespon laporan tersebut. Dia menegaskan kejadian itu bukan klitih.
"Kami tegaskan, narasi di tengah masyarakat yang dinarasikan sebagai klitih, namun setelah kita dalami terjadi masalah terlebih dahulu antara pelaku dan korban. Kejadian itu murni kesalahpahaman keduabelah pihak," tegasnya.
Saat ini, pihak kepolisian masih mengumpulkan keterangan, bukti, guna memburu kedua pelaku.
"Saat ini pelaku masih dalam pengejaran oleh Polsek Serengan, Polresta Solo, dan diback-up Reskrim. Kita masih lakukan penyelidikan (identitas pelaku)," pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, Korban R mengatakan jika pelakunya laki-laki berjumlah dua orang kisaran umur sekitar 25 tahun. Keduanya menggunakan motor Honda Scoopy warna putih, dan memakai helm.
"Setelah bacok itu mereka gak langsung kabur. Di perempatan Singosaren itu kan banyak orang, mereka sempat berhenti nantangin orang-orang dulu. Terus pergi ke arah timur," kata R, saat ditemui di daerah Manahan, Solo, Selasa (19/5/2026).
Kasus ini kemudian dilaporkan ke Polsek Serengan. Korban kemudian menyisir kamera CCTV, lalu rekamannya diunggah di media sosial untuk memburu pelaku.
"Untuk motifnya apa kita tidak tahu, apakah klitih atau lainnya. Kita tidak kenal pelakunya," ucapnya.
Ditemui terpisah,Kasat Reskrim Polresta Solo, AKP Derry Eko Setiawan, mengatakan pihaknya masih mendalami kasus tersebut.
"Masih kita dalami," kata Derry.
