Terpopuler Sepekan

Pembakar Civic Turbo Pak Kades Hoho Akhirnya Ditangkap

Tim detikJateng - detikJateng
Minggu, 24 Mei 2026 09:04 WIB
Mobil civic putih milik Kades Purwasaba, Kecamatan Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara, Hoho Alkaf, yang terbakar pada Kamis (23/4/2026). Foto: Dok. Hoho Alkaf
Solo -

Pembakar mobil Civic Turbo milik Kepala Desa Purwasaba, Kecamatan Mandiraja, Banjarnegara, Hoho Alkaf, akhirnya ditangkap. Tersangka mengaku pernah bekerja sebagai sopir truk di tempat Hoho. Namun, Hoho membantah hal itu dan menyebut tersangka sebagai penipu.

Identitas Pelaku

Polisi menyebut tersangka merupakan sopir truk dan sudah kenal lama dengan Kades Hoho.

"Terduga pelaku laki-laki berinisial RP (43), warga Desa Panggisari, Mandiraja Banjarnegara, yang (tempat tinggalnya) berlokasi tidak jauh dari rumah korban," kata Kapolres Banjarnegara AKBP Mariska Fendi Susanto saat dihubungi detikJateng, Rabu (20/5/2026).

RP ditangkap Jumat (15/5) sekira pukul 04.00 WIB di sekitar wilayah Mandiraja.

"Ia mengakui perbuatannya yaitu membakar mobil milik korban," jelasnya.

Bakar Pakai Obor

Penyidik juga menyita barang bukti dari rumah RP, yakni sisa kain yang diduga untuk membakar dan selang untuk memindahkan bensin dari sepeda motor ke dalam jeriken.

"Peristiwa tersebut murni pembakaran dan tidak disebabkan oleh bom molotov seperti informasi yang sudah beredar," kata Mariska.

Ia menerangkan, dua hari sebelum kejadian, tersangka membeli Pertalite di pom bensin kaliwinasuh. Pertalite itu dipindahkan menggunakan selang ke jeriken. Dia lalu mempersiapkan obor kayu.

"Keesokan harinya pelaku seorang diri berjalan dari rumahnya ke rumah korban dengan jarak kurang lebih 2 km," kata Mariska.

"Dari luar rumah atau selatan rumah korban, tersebut tersangka menyiramkan bensin lalu menyalakan api di kayu yang sudah dililitkan kain sebagai opor lalu dilempar dan langsung pelaku pergi dari lokasi melewati jalan jalan sempit," lanjutnya.

Motif Dendam Pribadi

Mariska mengungkap motif tersangka melakukan perbuatan tersebut. Ia menyebut, tersangka memiliki dendam pribadi dan sudah mengenal Kades Hoho sejak tahun 2015.

"Tersangka sebagai supir dump truk, namun saat proses pembayaran gaji selalu terlambat. Tersangka harus selalu menagih terlebih dahulu untuk mendapatkan upah," kata dia.

"Tersangka juga tidak suka dengan perilaku Kades Hoho dalam bermedia sosial yang sering membuat konten TikTok yang selalu menampilkan kemewahan secara berlebihan di tengah ekonomi masyarakat yang sedang tidak baik," sambungnya.

Tersangka pun dijerat Pasal 308 ayat (1) UU RI Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 9 tahun.

Reaksi Kades Hoho

Saat dimintai konfirmasi secara terpisah, Hoho menyatakan pengakuan si pembakar mobilnya itu hanyalah tipu-tipu.

"Dia itu tidak pernah nyupir dump truk di tempat saya. Itu sangat-sangat tidak benar dan sangat-sangat rekayasa," kata Hoho saat dihubungi detikJateng, Rabu (20/5/2026).

Hoho mengatakan, tersangka berinisial RP itu sebenarnya memiliki hubungan keluarga jauh karena sempat menikah dengan saudara jauhnya. Menurut Hoho, RP bukan pekerja di tempatnya.

"Yang benarnya itu dia dulu mertuanya punya dump truk. Dia nyetir di proyek-proyek kontraktor sekitar tahun 2010-an," ujarnya.

Hoho lalu menceritakan awal mula dirinya mengenal RP. Saat itu, RP disebut tidak memiliki pekerjaan usai truk milik mertuanya dijual. RP kemudian meminta bantuan untuk memiliki kendaraan truk dengan sistem kredit.

"Dia datang ke tempat saya karena nggak punya kerjaan. Akhirnya saya bantu. Tapi kreditnya bukan atas nama dia karena dia sudah blacklist," katanya.

Menurut Hoho, pembayaran kendaraan tersebut diterima langsung dari pihak bank, bukan dari pribadi RP. Ia juga menuding RP memiliki rekam jejak buruk dalam urusan kendaraan.

"Semua orang tahulah track record-nya dia. Dia aja tukang tipu, tukang gadai-gadain mobil orang," ungkapnya.

Dugaan Dalang Pembakaran Mobil

Terkait motif pembakaran, Hoho mengaku tidak percaya aksi itu murni dilakukan karena persoalan pribadi. Ia menduga, ada sosok lain yang menjadi dalang di balik aksi pelemparam bom molotov ke rumahnya.

"Kalau urusan pribadi sampai senekat dan sebrutal itu, saya yakin ada dalangnya. Siapapun orangnya harus diungkap," tegasnya.

Hoho juga membantah tudingan bahwa dirinya sering telat membayar sopir. Ia mengaku sistem pembayaran dilakukan mingguan dan pekerja di tempatnya bahkan kerap mendapat uang kasbon.

"Kalau sopir saya nggak dibayar, nggak mungkin ada yang kerja puluhan tahun sampai turun-temurun," katanya.

Salah satu sopir Hoho bernama Rois turut membantah tudingan tersebut. Ia mengaku sudah bekerja sejak zaman ayah Hoho dan selama ini tidak pernah mengalami masalah pembayaran.

"Baik, dibayar terus kok. Malah sering kasbon," ujar Rois yang disambungkan oleh Hoho lewat sambungan telepon.

Rois juga mengaku mengenal RP. Ia menyebut karakter tersangka RP dikenal arogan.

"Ya saya kenal banget. Track record-nya memang jelek," ucapnya.




(dil/apu)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork