Pembakar mobil Civic Turbo milik Kepala Desa Purwasaba, Kecamatan Mandiraja, Banjarnegara, Hoho Alkaf, akhirnya ditangkap. Tersangka mengaku pernah bekerja sebagai sopir truk di tempat Hoho. Namun, Hoho membantah hal itu dan menyebut tersangka sebagai penipu.
Identitas Pelaku
Polisi menyebut tersangka merupakan sopir truk dan sudah kenal lama dengan Kades Hoho.
"Terduga pelaku laki-laki berinisial RP (43), warga Desa Panggisari, Mandiraja Banjarnegara, yang (tempat tinggalnya) berlokasi tidak jauh dari rumah korban," kata Kapolres Banjarnegara AKBP Mariska Fendi Susanto saat dihubungi detikJateng, Rabu (20/5/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
RP ditangkap Jumat (15/5) sekira pukul 04.00 WIB di sekitar wilayah Mandiraja.
"Ia mengakui perbuatannya yaitu membakar mobil milik korban," jelasnya.
Bakar Pakai Obor
Penyidik juga menyita barang bukti dari rumah RP, yakni sisa kain yang diduga untuk membakar dan selang untuk memindahkan bensin dari sepeda motor ke dalam jeriken.
"Peristiwa tersebut murni pembakaran dan tidak disebabkan oleh bom molotov seperti informasi yang sudah beredar," kata Mariska.
Ia menerangkan, dua hari sebelum kejadian, tersangka membeli Pertalite di pom bensin kaliwinasuh. Pertalite itu dipindahkan menggunakan selang ke jeriken. Dia lalu mempersiapkan obor kayu.
"Keesokan harinya pelaku seorang diri berjalan dari rumahnya ke rumah korban dengan jarak kurang lebih 2 km," kata Mariska.
"Dari luar rumah atau selatan rumah korban, tersebut tersangka menyiramkan bensin lalu menyalakan api di kayu yang sudah dililitkan kain sebagai opor lalu dilempar dan langsung pelaku pergi dari lokasi melewati jalan jalan sempit," lanjutnya.
Motif Dendam Pribadi
Mariska mengungkap motif tersangka melakukan perbuatan tersebut. Ia menyebut, tersangka memiliki dendam pribadi dan sudah mengenal Kades Hoho sejak tahun 2015.
"Tersangka sebagai supir dump truk, namun saat proses pembayaran gaji selalu terlambat. Tersangka harus selalu menagih terlebih dahulu untuk mendapatkan upah," kata dia.
"Tersangka juga tidak suka dengan perilaku Kades Hoho dalam bermedia sosial yang sering membuat konten TikTok yang selalu menampilkan kemewahan secara berlebihan di tengah ekonomi masyarakat yang sedang tidak baik," sambungnya.
Tersangka pun dijerat Pasal 308 ayat (1) UU RI Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 9 tahun.
Reaksi Kades Hoho
Saat dimintai konfirmasi secara terpisah, Hoho menyatakan pengakuan si pembakar mobilnya itu hanyalah tipu-tipu.
"Dia itu tidak pernah nyupir dump truk di tempat saya. Itu sangat-sangat tidak benar dan sangat-sangat rekayasa," kata Hoho saat dihubungi detikJateng, Rabu (20/5/2026).
Hoho mengatakan, tersangka berinisial RP itu sebenarnya memiliki hubungan keluarga jauh karena sempat menikah dengan saudara jauhnya. Menurut Hoho, RP bukan pekerja di tempatnya.
"Yang benarnya itu dia dulu mertuanya punya dump truk. Dia nyetir di proyek-proyek kontraktor sekitar tahun 2010-an," ujarnya.
Hoho lalu menceritakan awal mula dirinya mengenal RP. Saat itu, RP disebut tidak memiliki pekerjaan usai truk milik mertuanya dijual. RP kemudian meminta bantuan untuk memiliki kendaraan truk dengan sistem kredit.
"Dia datang ke tempat saya karena nggak punya kerjaan. Akhirnya saya bantu. Tapi kreditnya bukan atas nama dia karena dia sudah blacklist," katanya.
Menurut Hoho, pembayaran kendaraan tersebut diterima langsung dari pihak bank, bukan dari pribadi RP. Ia juga menuding RP memiliki rekam jejak buruk dalam urusan kendaraan.
"Semua orang tahulah track record-nya dia. Dia aja tukang tipu, tukang gadai-gadain mobil orang," ungkapnya.
Dugaan Dalang Pembakaran Mobil
Terkait motif pembakaran, Hoho mengaku tidak percaya aksi itu murni dilakukan karena persoalan pribadi. Ia menduga, ada sosok lain yang menjadi dalang di balik aksi pelemparam bom molotov ke rumahnya.
"Kalau urusan pribadi sampai senekat dan sebrutal itu, saya yakin ada dalangnya. Siapapun orangnya harus diungkap," tegasnya.
Hoho juga membantah tudingan bahwa dirinya sering telat membayar sopir. Ia mengaku sistem pembayaran dilakukan mingguan dan pekerja di tempatnya bahkan kerap mendapat uang kasbon.
"Kalau sopir saya nggak dibayar, nggak mungkin ada yang kerja puluhan tahun sampai turun-temurun," katanya.
Salah satu sopir Hoho bernama Rois turut membantah tudingan tersebut. Ia mengaku sudah bekerja sejak zaman ayah Hoho dan selama ini tidak pernah mengalami masalah pembayaran.
"Baik, dibayar terus kok. Malah sering kasbon," ujar Rois yang disambungkan oleh Hoho lewat sambungan telepon.
Rois juga mengaku mengenal RP. Ia menyebut karakter tersangka RP dikenal arogan.
"Ya saya kenal banget. Track record-nya memang jelek," ucapnya.
Detik-detik Mobil Terbakar
Mobil Honda Civic Turbo milik Kades Purwasaba, Banjarnegara, Hoho Alkaf, terbakar saat diparkir di rumahnya pada Kamis (23/4) lalu. Hoho menyebut mobilnya dibakar oleh pelaku teror yang aksinya terekam CCTV.
Dari foto yang dikirim Hoho ke detikJateng, terlihat mobil berkelir putih itu tampak gosong pada bodi samping dekat spion dan pintu depan sisi kiri. Garis polisi dipasang melintang di depan mobil itu.
Hoho mengatakan, aksi teror di rumahnya itu terjadi sekitar pukul 04.10 WIB, Kamis (23/4). Saat itu Hoho belum tidur setelah begadang bersama beberapa warga di rumahnya hingga dini hari.
"Jam 04.00 WIB lewat sedikit, sekitar 04.10 WIB atau 04.15 WIB. Saya sempat lihat CCTV, terus tidak lama kemudian terdengar suara dan api sudah besar," kata Hoho saat dihubungi detikJateng, Kamis (23/4).
"Saya lari keluar, api sudah sampai atas, besar sekali. Mobil itu sudah terbakar. Itu mobil Civic Turbo saya, habis terbakar. Tidak bisa dipakai lagi," sambungnya.
Hoho saat itu menduga pelaku teror itu menggunakan bahan bakar jenis tiner. Ia juga menduga adanya penggunaan botol berisi bahan bakar yang dilempar ke mobilnya. Kobaran api itu juga berdampak pada atap garasi.
"Sepertinya mobil sudah disiram tiner dulu, terus dilempar seperti bom molotov. Jadi apinya langsung besar. Soalnya saya lihat itu mobil sudah berlumur tiner," ucap dia.
Dalam rekaman CCTV, Hoho melihat seseorang yang diduga sebagai pelaku melarikan diri menggunakan sepeda listrik.
"Saya lihat orangnya itu naik sepeda listrik. (Satu orang?) Iya satu orang. Dia lewat samping rumah, lalu kabur ke arah gang," kata dia.
Hoho saat itu sempat hendak mengejar pelaku. Namun, ia mengurungkan niatnya setelah teringat istri dan anaknya masih berada di dalam rumah.
Hoho bersama istrinya lalu memadamkan api dengan peralatan seadanya. Setelah subuh, sejumlah warga sekitar berdatangan ke rumah Hoho.
Hoho mengatakan, ada warga sekitar yang juga mengaku melihat seseorang menggunakan sepeda listrik melintas dari arah rumahnya. Kasus ini kemudian dilaporkan ke Polres Banjarnegara.
Hoho saat itu menduga peristiwa ini terkait konflik penjaringan perangkat desa yang sempat menimbulkan konflik sebelumnya. Meski demikian, ia menyatakan tetap kukuh menjalankan proses sesuai aturan meski mendapat tekanan.
