Tersangka mutilasi pria bertato naga di Solo, Suyono alias Yono (50) menjalani rekonstruksi. Yono memeragakan 113 adegan mulai dari awal niat membunuh hingga memutilasi rekan kerjanya Rohmadi alias Madun (51) warga Kampung Keprabon Wetan, RT 02/III, Kelurahan Keprabon, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo.
Lokasi pertama yang dijadikan lokasi rekonstruksi berada di Toko Meubel Yanto di Solo Baru, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo. Rekonstruksi sendiri dimulai sekira pikul 10.00 WIB.
Rekonstruksi yang dijaga ketat polisi sempat menarik perhatian warga sekitar. Mereka pun berbondong-bondong datang ke lokasi untuk menyaksikan reka adegan itu. Nampak Kapolres Sukoharjo AKBP Sigit, dan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sukoharjo Rini Triningsih hadir dalam kegiatan tersebut.
Adegan awal memperlihatkan ketika Yono timbul niat menghabisi nyawa Rohmadi. Yono terlihat sempat bingung, dan membeli teh hangat di hik yang ada di sekitar toko Meubel Yanto. Adegan selanjutnya, pelaku sempat memberikan makanan senilai Rp 13 ribu untuk korban, dan uang korban kurang, hingga harus berutang dulu.
Reka adegan lebih banyak dilakukan di dalam toko meubel tersebut. Mulai dari pelaku membunuh korban, lalu memutilasinya menjadi beberapa bagian. Dalam memerankan adegan tersebut, Yono lebih banyak menunduk.
Kapolres Sukoharjo AKBP Sigit mengatakan, pelaku memotong tubuh korban menjadi tujuh bagian. Potongan tubuh itu dimasukkan ke dalam beberapa kantung plastik, dan menggunakan sepeda motor korban untuk membuang potongan tubuh itu ke aliran Kali Jenes.
"Ada 113 adegan, dari awal pembunuhan, pemotongan, hingga pembuangan. Tujuannya untuk mengetahui dan menyinkronkan antara keterangan pelaku dan saksi di TKP. Yang terang biar tambah terang," kata Kapolres kepada awak media, Rabu (21/6/2023).
Sigit menuturkan, selama adegan rekonstruksi ini, belum ada temuan baru. Sejumlah adegan yang diperankan masih sesuai dengan keterangan saksi dan pelaku.
Saat disinggung kesadisan pelaku, Kapolres mengatakan pelaku sangat tega.
"Namanya mutilasi pasti kok tega banget. Kalau orang biasa tak akan tega memotong-motong menjadi tujuh," ucapnya.
Selengkapnya di halaman selanjutnya....
(apl/sip)