Kasus Penembakan Istri Kopda Muslimin di Semarang Siap Disidangkan

Kasus Penembakan Istri Kopda Muslimin di Semarang Siap Disidangkan

Afzal Nur Iman - detikJateng
Jumat, 18 Nov 2022 12:50 WIB
Proses pelimpahan berkas perkara, tersangka dan barang bukti kasus penembakan istri Kopda Muslimin dari Polrestabes Semarang ke Kejari Semarang, Jumat (18/11/2022).
Proses pelimpahan berkas perkara, tersangka dan barang bukti kasus penembakan istri Kopda Muslimin dari Polrestabes Semarang ke Kejari Semarang, Jumat (18/11/2022). Foto: Afzal Nur Iman/detikJateng
Semarang -

Kasus penembakan istri Kopda Muslimin, Rina Wulandari, resmi masuk tahap dua di Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Semarang atau penyerahan berkas perkara dari penyidik polisi ke kejaksaan. Jaksa menyebut akan segera melimpahkan kasus ini ke pengadilan.

Penyerahan tersangka dan barang bukti dilakukan di Kejari Semarang, Jalan Abdulrahman Saleh, Semarang, Jumat (18/11/2022). Seluruh tersangka nantinya akan ditahan di Lapas Kedungpane Semarang.

"Selanjutnya menunggu persidangan setelah ini segera kami limpah ke pengadilan untuk menentukan hari sidang dan lain-lainnya. Hari ini secara resmi sudah beralih ke kami dan kami sudah siap membawa proses ini ke acara persidangan," kata Kasi Pidum Kejari Kota Semarang Moehammad Rizky Pratama usai penyerahan berkas perkara.


Jaksa memecah berkas perkara tersebut ke dalam tiga berkas berbeda. Ada dua berkas kasus percobaan pembunuhan, pertama dengan tersangka Sugiono alias Babi dan Supriyono. Berkas kedua yakni tersangka Ponco Aji Nugrogo dan Agus Santoso.

Keempatnya disangka melanggar Pasal 340 juncto Pasal 35 Ayat 1 KUHP.

"Untuk ancaman hukuman keempat terdakwa tadi pidana minimal 20 tahun dan maksimal pidana mati atau penjara seumur hidup," jelasnya.

Kemudian satu berkas lain kasus UU Darurat dengan tersangka Dwi Sulistyo atas kepemilikan senjata. Ia akan disidangkan karena disangka melanggar Pasal 1 Ayat 1 Undang-undang Darurat No 12 tahun 1991.

"Kemudian yang UU Darurat minimal hukuman setinggi-tingginya 20 tahun dan maksimal ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup," ungkapnya.

Ditunjuk sebagai Jaksa Penuntut Umum dalam perkara ini adalah Gilang Prama Jasa. Ia mengatakan pemecahan berkas untuk kasus penembakan itu bertujuan untuk memperkuat bukti di persidangan.

"Berkasnya kami split karena pembuktian kami lebih kuat, dan peran itu kan masing-masing bisa tergambar nanti," lanjutnya.

Sebagai informasi, kasus ini bermula saat istri TNI, Rina Wulandari, ditembak di depan rumahnya, Jalan Cemara 3, Padangsari, Banyumanik, Semarang, Senin (18/7). Korban ditembak siang hari usai menjemput anaknya pulang sekolah.

Ternyata, otak dari penembakan itu adalah suaminya sendiri, Kopda Muslimin. Sempat menghilang, Kopda Muslimin ditemukan tewas di rumahnya pada Kamis (28/7). Polisi menetapkan lima orang tersangka di kasus ini di mana empat orang merupakan eksekutor di lapangan dan satu penyedia senjata.



Simak Video "Penampakan Istri Kopda M Pulang dari Rumah Sakit Usai Dirawat 38 Hari"
[Gambas:Video 20detik]
(rih/sip)