Pembobol 17 Kotak Amal Masjid di Klaten Ditangkap, Begini Pengakuannya

Pembobol 17 Kotak Amal Masjid di Klaten Ditangkap, Begini Pengakuannya

Achmad Hussein Syauqi - detikJateng
Selasa, 04 Okt 2022 18:04 WIB
Pelaku pencurian kotak infak masjid di Mapolres Klaten, Selasa (4/10/2022).
Pelaku pencurian kotak amal masjid saat dihadirkan dalam pers rilis di Mapolres Klaten, Selasa (4/10/2022). (Foto: Achmad Hussein Syauqi/detikJateng)
Klaten -

Pelaku pembobol 17 kotak amal masjid di Klaten ditangkap polisi. Pelaku berinisial RY (31) warga Desa Cawan, Kecamatan Jatinom, Klaten.

RY dihadirkan di konferensi pers Mapolres Klaten hari ini. RY mengaku nekat mencuri uang kotak amal untuk membayar utang.

"Yang hasil cuma lima kali, yang lain tidak hasil, sekitar 17 kali total. Duit untuk membayar utang," ungkap RY, Selasa (4/10/2022).


RY mengaku dirinya mencuri uang di kotak amal demi membayar utang Rp 20 juta. Utang itu dengan menggadaikan sertifikat sehingga setiap bulan harus mengangsur.

"Setiap bulan harus bayar Rp 1,6 juta karena total utang Rp 20 juta. Saya kerja ngojek," jelasnya.

Dikatakan RY, dirinya hanya seorang diri saat beraksi mencongkel kotak amal. Aksi sebanyak 17 kali tersebut dilakukan satu bulan terakhir.

"Baru satu bulan ini. Yang terakhir tidak saya ambil semua di kantong karena keburu ketahuan," imbuhnya.

RY juga mengaku mencongkel satu kotak amal butuh 15 menit. Bagi masjid yang ada CCTV dirinya tidak akan mengambil.

"Kalau ada CCTV tidak saya ambil, yang saya ambil yang tidak ada CCTV. Masjid lebih mudah soalnya dibandingkan tempat lain," imbuhnya.

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Klaten AKP Guruh Bagus Eddy Suryana mengatakan pelaku dari pengakuan beraksi di 17 lokasi. Pelaku kini diancam pidana 7 tahun penjara.

"Yang kami terapkan Pasal 363 ayat 1 ke-5e KUHP dihukum dengan hukuman penjara selama-lamanya 7 tahun. Semua lokasi di Klaten," jelas Guruh kepada wartawan.

Sebelumnya diberitakan, pencuri spesialis kotak amal masjid di wilayah Klaten berhasil diringkus. Pelaku beraksi di 17 lokasi selama sebulan terakhir.

"Betul (beraksi 17 lokasi). Ini masih kita lakukan pemeriksaan lebih lanjut," jelas Kaur Bin Ops Satreskrim Polres Klaten Iptu Eko Pujianto kepada detikJateng saat diminta konfirmasi, Kamis (29/9).



Simak Video "Dukun Diperiksa Jadi Saksi Kasus Mutilasi PNS Semarang"
[Gambas:Video 20detik]
(aku/rih)