LPSK Temui Keluarga PNS Semarang Saksi Korupsi yang Dibunuh

LPSK Temui Keluarga PNS Semarang Saksi Korupsi yang Dibunuh

Afzal Nur Iman - detikJateng
Kamis, 29 Sep 2022 19:34 WIB
Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi saat di TKP penemuan mayat, Marina, Semarang, Kamis (29/9/2022).
Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi saat di TKP penemuan mayat, Marina, Semarang, Kamis (29/9/2022). Foto: Afzal Nur Iman/detikJateng
Semarang -

Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) ke Semarang untuk memproses pengajuan perlindungan kepada tiga orang saksi kasus pembunuhan PNS Bapenda Semarang, Paulus Iwan Boedi Prasetyo. Dalam kesempatan itu, tim LPSK juga mengunjungi kediaman keluarga korban.

"Tadi LPSK sebelum ke Polres juga mengunjungi beberapa tempat, rumah korban, kemudian menelusuri titik-titik CCTV, dan seterusnya," kata Kapolrestabes Semarang, Kombes Irwan Anwar saat mendampingi LPSK di kawasan Marina, Semarang, Kamis (29/9/2022).

Irwan sudah memberikan paparan kepada LPSK terkait perkembangan kasus ini. LPSK juga disebut sudah mengambil keterangan dari saksi yang disebut Irwan sebagai saksi urgent.


"Termasuk memeriksa para saksi yang sudah kita mintai keterangan, khususnya saksi yang urgent menurut kami," jelasnya.

Sementara itu pihak keluarga korban, Yosep Prastowo, membenarkan LPSK berkunjung ke rumah keluarga di Jalan Tembalang Selatan, Banyumanik. Namun, dirinya belum tahu apa yang dibahas oleh LPSK dengan istri Iwan.

"Betul, tadi siang di rumah Tembalang," kata Yosep saat dimintai konfirmasi.

Diberitakan sebelumnya, LPSK menyebut ada tiga orang saksi yang mengajukan perlindungan terkait kasus ini. Ketiganya merasa khawatir karena pelaku belum ditangkap.

"Sejauh ini dari pelaku belum ada satupun yang terindentifikasi maupun tertangkap. Artinya pelaku belum ketahuan itu siapa, kalau pelaku kemudian merasa khawatir atas kesaksian yang disampaikan oleh para saksi ini mungkin saja pelaku melakukan sesuatu untuk mengancam keselamatan para saksi," kata Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi.

Tiga orang saksi itu disebut bukan merupakan keluarga korban. Edwin, juga menyebut bila pihaknya telah meminta keterangan kepada tujuh orang saksi selama di Semarang.

"Kami sudah mendapatkan keterangan dari tujuh saksi, sudah koordinasi dengan pihak-pihak terkait, hari ini dengan Polrestabes Semarang. Hari ini kami ke TKP untuk melihat langsung seperti apa, sudah dijelaskan oleh polres terkait apa saja yang sudah dilakukan, termasuk perkembangannya," jelasnya.



Simak Video "Cerita Warga Korban Banjir Bandang di Semarang, Harta Benda Ludes"
[Gambas:Video 20detik]
(dil/apl)