Ketua Peradi Semarang Jadi Pengacara Yosep Parera yang Kena OTT KPK

Ketua Peradi Semarang Jadi Pengacara Yosep Parera yang Kena OTT KPK

Angling Adhitya Purbaya - detikJateng
Kamis, 29 Sep 2022 17:52 WIB
Tim kuasa hukum Yosep Parera pengacara Semarang yang terkena kasus suap perkara MK, Kamis (29/9/2022).
Tim kuasa hukum Yosep Parera pengacara Semarang yang terkena kasus suap perkara MK, Kamis (29/9/2022). (Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikJateng)
Semarang -

Pengacara Semarang, Yosep Parera, yang ditangkap KPK terkait suap perkara di Mahkamah Agung (MA) menunjuk Ketua DPC Peradi Semarang Luhut Sagala sebagai kuasa hukum. Luhut sudah sempat bertemu Yosep yang ditahan di Polres Metro Jakarta Pusat.

Bertempat di kantor firma hukum Yosep di kawasan Semarang Indah, Luhut Sagala memperkenalkan tim kuasa hukum dari Semarang yang akan mendampingi Yosep Parera dan tersangka lain yaitu Eko Suparno. Tim dari Semarang yaitu Luhut Sagala, Imam Setiadi dan Riki Rikardo Sianturi. Sedangkan koordinator pengacara yaitu Henry Ananto yang ada di Jakarta.

"Kami bagian tim kuasa hukum yang ditunjuk Pak Yosep Parera dan Mas Eko Suparno. Di Jakarta Mas Henry Ananto sebagai koordinator kuasa hukum yang ditunjuk Bang Yosep," kata Luhut, Kamis (29/9/2022).


Ia menjelaskan sempat bertemu dengan Yosep Parera di tahanan Polres Metro Jakarta Pusat. Luhut menjelaskan Yosep dan Eko dalam kondisi sehat dan sempat menitipkan dua carik kertas.

"Saya dan Pak Imam sudah bertemu dengan Pak Yosep dan Pak Eko atas izin dari KPK yang dalam hal ini dikoordinasikan melalui salah satu kuasa hukum yaitu Mas Henry Ananto. Kondisi Bang Yosep dan Mas Eko sehat ditahan di Polres Metro Jakarta Pusat," jelasnya.

Yosep Parera Tulis Surat Pengakuan

Pengacara Yosep Parera menulis surat pengakuan dari balik tahanan. Surat itu dititipkan lewat pengacaranya Luhut Sagala ketika bertemu.

Berikut isi surat yang ditandatangani langsung oleh Yosep Parera:

Jakarta, 28 September 2022
1. Saya bersalah saya siap dihukum seberat-beratnya.
2. Saya tidak kenal Hakim Agung karena yang saya kenal Desy.
3. Bahwa pembelaan saya nanti di pengadilan bukan tentang saya, tetapi tentang masyarakat yang susah mendapatkan keadilan dalam penegakan hukum dan keadilan sosial.
4. Saat suara kecil di kota kecil tidak dapat membuka mata, telinga, dan hari kita untuk Indonesia lebih baik, maka mungkin saya di utus Tuhan untuk membukanya di ranah Nasional agar didengat Presiden untuk melakukan pembenahan.
5. KPK tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat dan aparatur penegak hukum serta pemerintahan secara bersama dalam sebuah komitmen gentleman's agreement yang disepakati secara tertulis.
6. Menghukum orang dan saling mencaci di rumah Indonesia tidak akan membuat Indonesia menjadi lebih baik karena berdasarkan pengalaman saya, yang bersalah justru susah untuk tersentuh.
7. Tunggu pembelaan saya di pengadilan tentang substansi hukum, sistem birokrasi dan budaya masyarakat yang saling mempengaruhi buruknya penegakan hukum dan keadilan sosial di Indonesia agar Indonesia menjadi lebih baik.
8. Peristiwa ini bukan malapetaka bagi saya tetapi "berkat dari Tuhan" Untuk saya bisa bicara di kancah Nasional.
9. Terimakasih kepada KPK untuk ruang yang diberikan kepada saya, ruang ini akan saya gunakan bukan untuk membela diri saya karena saya memang bersalah, tetapi akan saya gunakan untuk menyampaikan aspirasi masyarakat dalam penegakan hukum dan keadilan sosial.

Kepada pengacaranya, Yosep mengakui kesalahannya dan siap dihukum. Baik Yosep maupun Eko menyatakan siap dihukum.

"Pak Yosep Parera dan Eko Suparno punya komitmen kuat untuk membantu KPK, bekerjasama dengan KPK agar proses penyelidikan perkara ini berjalan dengan baik dan bisa dibuka terang-benderang apa sih yang terjadi dengan kasus ini," jelasnya.

Untuk diketahui, Yosep Parera dan Eko Suparno menjadi tersangka dalam kasus korupsi pengurusan perkara di Mahkamah Agung yang juga menjerat Hakim Agung Sudrajad Dimyati. Setidaknya ada 10 tersangka dalam kasus ini, baik dari internal maupun eksternal Mahkamah Agung.



Simak Video "Suasana Kantor Pengacara Yosep Parera saat Ditangkap KPK"
[Gambas:Video 20detik]
(aku/sip)