Pernyataan Lengkap Asosiasi Driver Soal Tewasnya Penganiaya Ojol di Semarang

Pernyataan Lengkap Asosiasi Driver Soal Tewasnya Penganiaya Ojol di Semarang

Angling Adhitya Purbaya - detikJateng
Rabu, 28 Sep 2022 16:54 WIB
Asosiasi Driver Ojol (ADO) Semarang bicara soal penetapan tersangka tewasnya penganiaya driver. Foto diunggah Rabu (28/9/2022).
Asosiasi Driver Ojol (ADO) Semarang bicara soal penetapan tersangka tewasnya penganiaya driver. Foto diunggah Rabu (28/9/2022). Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikJateng
Semarang -

Asosiasi Driver Ojol (ADO) Jawa Tengah menyampaikan pernyataan sikap terkait peristiwa pemukulan terhadap seorang driver ojol yang berujung salah satu pelakunya meninggal. Mereka juga menjelaskan kronologi kejadian dari keterangan yang mereka himpun.

Menurut ADO Jawa Tengah, peristiwa itu berawal ketika seorang driver ojol bernama Hasto dihajar dua pria bernama Kukuh dan Andi di SPBU Jalan Majapahit, Kota Semarang, pada Sabtu (24/9) sekitar pukul 16.00 WIB. Hasto yang didampingi rekan-rekan driver ojol lain kemudian melakukan visum dan melapor ke Polsek Pedurungan.

Saat berada di Polsek Pedurungan, ada informasi di kalangan driver kalau pelaku pemukulan Hasto berada di Tlogosari. Kemudian, Budi dan kawan-kawannya menghampiri Kukuh dan Adi untuk dibawa ke Polsek. Namun, Kukuh melawan dengan pisau lipat besar.


Akibat sabetan senjata Kukuh, Budi mengalami luka di tangan kanan dan mulut. Sedangkan Kukuh dilempar helm hingga terjatuh. Massa kemudian mengeroyok Kukuh hingga babak belur. Beberapa jam kemudian Kukuh dinyatakan meninggal di rumah sakit.

Polrestabes Semarang awalnya menetapkan empat tersangka yaitu Budi Sarwono, Nugroho Saputro, Zaini Dahlan, dan Harlan. Kemudian status Budi diubah menjadi saksi karena ada unsur membela diri.

Sebelum Budi berstatus saksi, humas ADO Jateng, Astrid Jovanka, dan para driver ojol menggelar konferensi pers untuk menjelaskan kronologi dua kejadian yang saling berkaitan itu.

Berikut pernyataan ADO Jateng yang disampaikan Astrid:

Ada pemberitaan mengenai driver online yang mengeroyok, atau driver online melakukan pembalasan dendam. Saya akan menjelaskan kronologi, bagi teman-teman mungkin ada yang tidak tahu kronologi awal seperti apa. Karena banyaknya berita maka membuat simpang siur.

Jadi kronologi pertama hari Sabtu jam 15.45 WIB anggota kami dari roda dua mendapat kabar adanya pemukulan terhadap ojol roda dua yang bernama Hasto. Dengan sigap rekan-rekan kami roda dua cek kondisi beliau.

Satu, kita cek ya, bukan melakukan tindakan lain, cek kondisi beliau Bapak Hasto. Kami dapatkan video dengan para tersangka pemukulan yang berjumlah tiga orang. Dua di antaranya pakai jaket hitam dan satu di antaranya memakai jaket hijau bertuliskan Fila.

Sesampainya anggota kami di sana kami segera meminta rekaman CCTV ke POM bensin untuk melihat kejadian sebenarnya tapi hingga saat ini dari POM bensin belum memberikan bukti CCTV kepada kami.

Pernyataan ADO Jateng selanjutnya ada di halaman berikutnya...