Warga Ikut Tendangi Penganiaya Ojol di Semarang: Dikira Begal

Warga Ikut Tendangi Penganiaya Ojol di Semarang: Dikira Begal

Angling Adhitya Purbaya - detikJateng
Selasa, 27 Sep 2022 18:48 WIB
Rilis kasus pengeroyokan pelaku pemukulan driver ojol di Polrestabes Semarang, Selasa (27/9/2022).
Rilis kasus pengeroyokan pelaku pemukulan driver ojol di Polrestabes Semarang, Selasa (27/9/2022). Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikJateng
Semarang -

Seorang warga ikut diamankan terkait kasus tewasnya pelaku pemukulan driver ojek online di Kota Semarang. Warga yang juga mantan driver ojol itu mengaku mendapat kabar ada begal.

Peristiwa tersebut terjadi di daerah Nogososro, Tlogosari, Kota Semarang, Sabtu (24/9) pekan lalu. Pada saat itu beredar kabar seorang driver ojol dipukuli di SPBU Jalan Majapahit pada siang hari, lalu pada pukul 18.30 WIB para driver ojol menemukan pelaku pemukulan rekannya itu di Tlogosari.

Saat hendak dibawa ke Polsek Pedurungan, pelaku pemukulan bernama Kukuh Penggayuh Utama (32) itu melawan menggunakan pisau lipat besar. Kukuh disebut sempat melukai salah satu driver sehingga dia dihajar massa di sekitar lokasi.


Kukuh yang babak belur itu dibawa ke RS Bhayangkara Semarang namun akhirnya meninggal. Salah satu pelaku yang ikut mengeroyok Kukuh, Harlan (27), mengaku ikut-ikutan karena mendapat kabar ada begal tertangkap di Tlogosari.

"Saya mantan driver juga. Rumah saya kan dekat situ, lewat situ saya dengar ada begal di depan Superindo Tlogosari. Saya tanya orang, dia bilang ada begal naik motor Beat merah putih," kata Harlan di Mapolestabes Semarang, Selasa (27/9/2022).

"Lihat di situ terus ikut juga di situ. Tapi sebenarnya tidak ikut menghakimi juga sih sebenarnya," imbuhnya.

Meski berkelit, namun aksinya terekam jelas di kamera warga, dia membalik tubuh Kukuh yang tengkurap. Saat itu Kukuh sudah lemas dan wajahnya berdarah. Kemudian, Harlan menendang tubuh Kukuh.

Dalam peristiwa pengeroyokan yang menyebabkan Kukuh meninggal itu diamankan empat orang. Selain Harlan, ada tiga driver ojol yaitu Budi Sarwono, Nugroho Saputro, dan Zaini Dahlan.

"Di peristiwa ini diamankan ada empat orang. Nanti penyidik akan melakukan pendalaman dari bukti-bukti yang ada dari keterangan saksi-saksi yang ada," kata Kapolrestabes Semarang Kombes Irwan Anwar dalam jumpa pers di Mapolrestabes Semarang.

Kasat Reskrim Polrestabes Semarang AKBP Donny Lombantoruan menambahkan, ada kemungkinan jumlah tersangka bertambah terkait pengeroyokan yang menyebabkan Kukuh tewas.

"Untuk yang terekam video segera serahkan diri. Untuk memperjelas kasusnya," kata Donny.

Diberitakan sebelumnya, pengeroyokan yang menewaskan Kukuh itu bermula dari kasus pemukulan terhadap driver ojol bernama Hasto Priyo Wasono di SPBU jalan Brigjen Sugiarto (Majapahit) Kota Semarang. Rekan-rekan sesama driver ojol kemudian menemukan pelaku yaitu Kukuh. Saat diamankan ternyata terjadi keributan dan Kukuh mengacungkan pisau.



Simak Video "Cerita Warga Korban Banjir Bandang di Semarang, Harta Benda Ludes"
[Gambas:Video 20detik]
(dil/ams)