Suami-Istri Maling Motor Dibekuk di Semarang, Mengaku Beraksi Berkali-kali

Suami-Istri Maling Motor Dibekuk di Semarang, Mengaku Beraksi Berkali-kali

Angling Adhitya Purbaya - detikJateng
Senin, 26 Sep 2022 22:02 WIB
Pencurian sepeda motor dengan kunci kunci later T.
dikhy sasra/ilustrasi/detikfoto
Ilustrasi. Foto: dikhy sasra
Semarang -

Sepasang suami istri dibekuk jajaran Polrestabes Semarang karena berkali-kali mencuri motor. Bahkan ketika sang istri kondisi hamil pun pencurian tetap berjalan.

Mereka dibekuk tanggal 8 September 2022 lalu dan dalam siaran pers hasil operasi Sikat Jaran Candi di Mapolda Jateng mereka dihadirkan bersama ratusan tersangka kasus lainnya. Kapolda Jawa Tengah, Irjen Ahmad Luthfi sempat menanyai sejoli bernama Moh Wafik (22) dan Dian Novita Sari (20) itu

"Suami yang ambilin motor, saya yang jaga-jaga," kata Dian di Mapolda Jateng, Senin (26/9/2022).


"Saya yang ajak pak, sudah lima kali, ikut semua," ujar Wafik.

Aksi terakhir mereka dilakukan di Jalan Beton Mas Timur, Kelurahan Panggung Lor, Semarang Utara, pada 5 September 2022. Saat itu mereka menggasak motor matic milik warga.

Sementara itu dalam operasi Sikat Jaran Candi 2022 Polda Jateng tersebut juga diamankan 38 unit kendaraan roda empat atau lebih dan 393 unit kendaraan roda dua dari 438 tersangka. Bagi masyarakat yang merasa menjadi korban bisa mengambil kendaraan mereka di satuan kepolisian masing-masing dengan membawa dokumen sebagai bukti.

"Dari 431 kendaraan, bagi masyarakat akan dipanggil untuk dikembalikan. Tidak dipungut biaya," kata Luthfi.

Sementara itu terkait kasus dua sejoli tadi, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jateng, Kombes Djuhandhani Raharjo Puro membenarkan tersangka perempuan sedang hamil.

Ketika ditanya kemungkinan penangguhan penahanan karena kondisi tersebut, ia mengatakan bakal dilakukan gelar perkara karena tersangka tersebut sudah beraksi di lima sampai enam lokasi.

"Iya (benar hamil). Kita lihat lebih lanjut, kita lihat subjektivitas penyidik (untuk penangguhan penahanan) . Yang kita harapkan tidak mengulangi, alasan kemanusiaan dan tidak menghilangkan barang bukti. Kita akan gelar perkara kira-kira untuk ditangguhkan atau alihkan penahannya mungkin jadi tahanan kota atau tahanan rumah," kata Djuhandhani.

"Tersangka perempuan ini ada 6 TKP. Makanya kami pertimbangkan proses penangguhan," imbuhnya.

Dua sejoli itu harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Mereka dijerat pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.



Simak Video "Viral Motor Diduga Hasil Curian Ditemukan di Pohon Bambu di Tangerang"
[Gambas:Video 20detik]
(ahr/ahr)