Ratusan Nasabah Bank Sumut Jadi Korban Skimming, Pelaku Diduga Orang Asing

Regional

Ratusan Nasabah Bank Sumut Jadi Korban Skimming, Pelaku Diduga Orang Asing

Tim detikSumut - detikJateng
Rabu, 31 Agu 2022 10:00 WIB
Ilustrasi mesin ATM
Ilustrasi mesin ATM. Foto: Getty Images/iStockphoto/PKpix
Solo -

Kepolisian Daerah Sumatera Utara saat ini tengah menyelidiki raibnya uang milik 239 nasabah Bank Sumut. Diduga ratusan nasabah itu menjadi korban skimming.

Adapun total kerugian nasabah diperkirakan mencapai Rp 5,5 miliar. Adapun pelaku diduga berasal dari orang yang sama.

"Hasil pengembangan penyidikan dan pemeriksaan CCTV, diperkirakan tanggal 7 Juni pukul 04.16 WIB diduga pelaku berjumlah 2 orang memasang alat skimmer untuk melakukan pencurian data dengan menyalin atau menduplikasi data strip magnetik di kartu ATM atau kredit di lokasi ATM diamond swalayan di Jl. Karya Wisata No.26, Pangkalan Masyhur, Medan Johor, Kota Medan," kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi dikutip dari detikSumut pada Rabu (31/8/2022).


Beberapa menit kemudian, lanjut Hadi, CCTV di ATM tersebut mati dan tidak bisa melakukan perekaman. Pihak Bank Sumut baru menerima keluhan dari nasabah yang kehilangan uangnya sebulan kemudian.

"Dugaan kuat hasil pantauan CCTV pelaku berjumlah 2 orang," ujar Hadi.

Hadi menyebut dalam kurun waktu 7 Juni hingga 4 Juli 2022, pelaku diduga telah mengambil uang sebesar Rp 5,5 miliar dari 239 nasabah.

Pihak Bank Mengganti Uang Nasabah

Sebelumnya, dari pihak Bank Sumut telah mengakui adanya sejumlah nasabah mereka menjadi korban skimming. Akibat kejahatan itu, uang nasabah senilai Rp 2,7 miliar raib dari rekening.

"Kami jajaran PT Bank Sumut mengakui bahwa itu benar adanya bahwa dana tersebut dicuri oleh pelaku sebagai modus skimming, suatu alat yang dipasang di mesin ATM," ungkap Dirut Bank Sumut Rahmat Fadillah Pohan, Selasa (5/7/2022).

Kejahatan itu terungkap setelah pihaknya melihat bukti rekaman CCTV ATM di Supermarket Diamond, Kecamatan Medan Johor.

"Ini terjadi di public area bukan di kantor cabang. Kami sudah membuktikan lewat CCTV dan rekaman CCTV akan kami serahkan ke kepolisian," ujar Rahmat.

Dia menyebutkan, kemungkinan besar pelaku skimming bukan berasal dari Indonesia. Sebab, dari rekaman kamera pengawas yang mereka lihat, pelaku berwajah Rusia dan Timur Tengah.

Dia memastikan, uang nasabah yang hilang di rekening akibat kejahatan itu sudah diganti oleh Bank Sumut. Dia juga meminta nasabah untuk melapor ke Bank Sumut jika saldo rekening mereka tiba-tiba berkurang.



Simak Video "Sakit Hati Dibilang Pengangguran, Pria di Medan Tusuk Keponakan"
[Gambas:Video 20detik]
(ahr/aku)