Berkas Rampung, Kasus Bocah Magelang Dihabisi Teman gegara HP Segera Sidang

Eko Susanto - detikJateng
Jumat, 19 Agu 2022 14:50 WIB
Garis polisi dilarang melintas..Grandyos Zafna//ilustrasi/detikcom
Ilustrasi. (Foto: Grandyos Zafna)
Kab Magelang -

Kasus pembunuhan bocah oleh temannya sendiri gegara handphone (HP) di Magelang dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Magelang. Kasus ini segera disidangkan pekan depan.

Kanit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Magelang Aiptu Isti Wulandari mengatakan hari ini dilakukan pelimpahan tahap dua meliputi tersangka dan barang bukti. Barang bukti tersebut antara lain pakaian korban dan pelaku. Kemudian alat untuk memukul korban yakni batang kayu.

"Pelimpahan tersangka dan barang bukti ke Kejaksaan. Barang bukti pakaian korban dan pelaku. Sama alat untuk memukul (berupa) kayu. Barang bukti sabit masih dicari," kata Isti saat pelimpahan berkas tahap dua di Kejaksaan Negeri Kabupaten Magelang, Jumat (19/8/2022).

"Sudah clear. Tahapannya sesuai UU Perlindungan Sistem Peradilan Pidana Anak. 15 hari (maksimal lama penyelidikan) sudah terpenuhi. Pasal 340 UU KUHP (pembunuhan berencana) dan Pasal 80 UU Perlindungan Anak," tegas Isti.


Dalam kesempatan yang sama, Kasi Pidum Kejari Kabupaten Magelang Toto Harmiko mengatakan menerima pelimpahan tahap kedua itu. Persidangan, lanjutnya, akan segera digelar pekan depan.

"Untuk pelimpahan pengadilan karena ini perkara anak, terkait masa penahanan yang ada batas waktunya. Minggu depan sudah dilimpahkan (ke pengadilan). Hari Selasa atau Rabu untuk segera dilaksanakan proses persidangan," ujarnya.

"Nggak genap satu minggu karena masa penahanan anak ini singkat. Jadi proses sidangnya juga harus cepat," imbuh Toto.

Sementara itu, penasihat hukumnya tersangka menyampaikan permintaan maaf tersangka kepada keluarga korban.

"Kami mewakili tersangka meminta maaf kepada keluarga korban, masyarakat Grabag dan masyarakat Indonesia pada umumnya. Kemudian pelajaran berharga bagi orang tua juga harus mendidik anaknya agar tidak terjadi hal yang seperti ini," kata penasihat hukum tersangka IA, Satria Budhi.

Sebelumnya diberitakan, polisi mengungkap motif penganiayaan yang menewaskan WS (13), bocah asal Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang. Penganiayaan itu diduga dilatarbelakangi perkara ponsel.

Kapolres Magelang AKBP Mochammad Sajarod Zakun mengatakan dugaan sementara, penganiayaan ini berawal saat pelaku diduga mengambil ponsel milik korban. Sajarod menyebut pelaku merasa ketakutan karena ketahuan mengambil sehingga mendatangi rumah korban.

"Dugaan sementara (motif) karena yang bersangkutan (pelaku ini) diduga mengambil barang milik korban berupa handphone (HP), alat komunikasi. Yang bersangkutan ketakutan (ketahuan) mengambil sehingga korban diajak keluar terus terjadi perkelahian di sana (kebun kopi) yang mengakibatkan korban meninggal dunia," kata Sajarod kepada wartawan, Jumat (5/8).



Simak Video "Tega! Siswi SMP Bunuh Bayi yang Diaborsi, Pacar Jadi Tersangka Pencabulan"
[Gambas:Video 20detik]
(aku/rih)