Komisi III DPR: Dengar Pendapat dengan Kapolri soal Sambo Terbuka untuk Umum

Pradito Rida Pertana - detikJateng
Minggu, 14 Agu 2022 21:42 WIB
Bambang Pacul Wuryanto
Bambang Wuryanto (Foto: Ari Saputra)
Bantul -

Polri hingga saat ini belum mengungkap motif dari kasus pembunuhan Brigadir Yoshua alias Brigadir J yang melibatkan Irjen Ferdy Sambo. Terkait hal tersebut, Komisi III DPR RI sebagai mitra Polri memastikan pemanggilan Kapolri dalam rapat dengar pendapat akan digelar terbuka untuk umum.

"Memuaskan perasaan masyarakat itu yo angel (sulit), mengikuti keinginan masyarakat agar puas itu susah karena kepuasan masyarakat akan terbelah. Kepuasan dikau sama dikau (orang lain) kan berbeda dalam hal ini," kata Ketua Komisi III DPR RI Bambang Wuryanto di sela-sela acara pengarahan dan pemantapan sistem pemenangan pemilu secara terpimpin berbasis gotong royong di Kapanewon Sewon, Kabupaten Bantul, Minggu (14/8/2022).

Menurutnya, hal terpenting saat ini adalah prosedur hukum terkait kasus tersebut terus bergulir. Untuk itu, pria yang kerap disapa Bambang Pacul ini meminta kepada masyarakat agar mengikuti jalannya proses tersebut.


"Yang penting prosedur hukum dijalani, karena apa? Karena warga negara, negara kita negara hukum. Negara hukum itu artinya seluruh warga negara di hadapan hukum memiliki hak yang sama, apalagi penegak hukumnya," ucapnya.

"Jadi mari kita tunggu prosesnya, ini sudah masuk ke detail penyelidikan dan penyidikan. Nanti P21 dituntut oleh Kejaksaan dan kita dengar di pengadilan, ini akan panjang," lanjut Bambang.

Terkait pemanggilan Kapolri oleh Komisi III DPR RI, Bambang mengaku segera melakukannya. Pasalnya salah satu fungsi pengawasan DPR RI adalah memantau pelaksanaan perundang-undangan.

"Pasti, tugas anggota DPR RI di dalam fungsi pengawasan yang terutama ada dilaksanakan peraturan perundang-undangan dengan benar. Inilah yang nanti akan diproses dalam rapat dengar pendapat dengan Pak Kapolri," katanya.

"Kita mengundang Kapolri untuk meminta penjelasan soal kasus ini (pembunuhan Brigadir J) yang awal mulanya dikatakan tembak menembak antar anggota polisi itu ujungnya sampai mana? Pelaporannya sampai mana?," lanjut Bambang.

Bahkan, Bambang menyebut bukan tidak mungkin dalam rapat dengar pendapat itu dapat mengungkap motif sebenarnya dari kasus yang melibatkan Sambo. Terlebih, rapat tersebut terbuka untuk umum.

"Bisa ya bisa tidak (motif pembunuhan Brigadir J terungkap), nanti kita lihat, wong rapatnya terbuka untuk umum kok," ucapnya.

Simak juga video 'Kejanggalan 2 Laporan di Kasus Brigadir J yang Kini Disetop Polisi':

[Gambas:Video 20detik]



(aku/ahr)