Istri Kopda Muslimin Terkini: Sudah Keluar ICU, Kondisi Masih Lemah

Tim detikJateng - detikJateng
Minggu, 14 Agu 2022 21:23 WIB
Tim gabungan TNI - Polri melakukan oleh tempat kejadian perkara (TKP) lanjutan di lokasi penembakan istri TNI di Semarang, Kamis (21/7/2022).
Tim gabungan TNI - Polri melakukan oleh tempat kejadian perkara (TKP) lanjutan di lokasi penembakan istri TNI di Semarang, Kamis (21/7/2022). Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom
Solo -

Istri Kopda Muslimin RW (34), korban penembakan di Banyumanik Semarang, hingga kini masih menjalani perawatan di RSUP dr Kariadi Semarang. Kondisi RW makin membaik meski masih tergolong lemah.

Kondisi terkini RW diungkap oleh tenaga ahli Kantor Staf Presiden (KSP), Bambang Saptono. Bambang Saptono berkesempatan menyambangi RW di RSUP dr Kariadi, Jumat (12/8) lalu.

"Betul, saya menjenguk Ibu RW hari Jumat tanggal 12 Agustus. Kebetulan kita sedang cek pelayanan di rumah sakit sekalian untuk menjenguk yang bersangkutan," ujar Bambang dihubungi detikJateng, Minggu (14/8/2022).


Bambang mengatakan kondisi RW masih tergolong lemah. RW masih belum bisa bersuara normal saat Bambang mengajaknya berbincang.

"Kondisinya masih lemah. Terlihat dari suara, ngomongnya pelan sekali. Lalu beliau juga masih harus tiduran terus belum bisa duduk," kata Bambang.

Meski begitu, lanjutnya, masa kritis RW sudah terlewati. RW sudah menjalani perawatan di bangsal.

"Prinsip, kondisinya sudah membaik, masa kritis sudah terlewati sampai sekarang ini sudah membaik. Sudah tidak di ICU, sudah di ruang rawat," terang Bambang.

Seperti diketahui, RW ditembak di depan rumahnya, Jalan Cemara 3 Banyumanik, Semarang pada Senin 18 Juli 2022 siang lalu. Dia saat itu langsung dilarikan ke RS Hermina Banyumanik kemudian dirujuk ke ICU RSUP dr Kariadi Semarang.

Komplotan penembak yang berjumlah empat orang dibekuk tim gabungan TNI-Polri. Dari sana terungkap Kopda Muslimin karena menjadi dalang penembakan istrinya itu. Setelah sempat buron, Kopda Muslimin ditemukan tewas di rumah orang tuanya di Kabupaten Kendal pada Kamis (28/7). Dari hasil autopsi Muslimin meninggal akibat keracunan.

Petugas lalu menemukan secarik surat wasiat dalam kantong celana Kopda Muslimin. Surat itu ditujukan Kopda Muslimin untuk anaknya. Tim penyidik TNI dari Pomdam IV/Diponegoro telah menyerahkan surat tersebut kepada keluarga Kopda Muslimin yang diungsikan sementara di Asrama Arhanud 15.

Pemberian surat dipimpin Wadan Pomdam IV Diponegoro Letkol CPM Muhammad Choirun yang didampingi Komandan Denpom Semarang Letkol CPM Yudi Irawan, Kasi Idik Pomdam IV Diponegoro Mayor CPM Sardjono, dan Komandan Batalyon Arhanud Semarang Mayor Arh Viki Herwandi.

Simak juga video 'Cinta Segitiga Jadi Motif Kopda Muslimin Matikan Istri':

[Gambas:Video 20detik]



(aku/ahr)