Sebelum Bupati Pemalang Kena OTT KPK, Sekdanya Lebih Dulu Tersangka Korupsi

Tim detikJateng - detikJateng
Jumat, 12 Agu 2022 09:00 WIB
Dirkrimsus Polda Jateng Kombes Pol Johanson Ronald Simamora mengungkap kasus korupsi di Kabupaten Pemalang, di kantorya, Banyumanik, Semarang, Selasa (19/7/2022).
Polda Jateng saat rilis kasus korupsi Sekda Pemalang. (Foto: Afzal Nur Iman/detikJateng)
Solo -

Bupati Pemalang Mukti Agung Wibowo (MAW) terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK, kemarin. Sementara itu, belum sebulan yang lalu Polda Jateng mengumumkan Sekda Kabupaten Pemalang, MA, yang kini sudah mengundurkan diri terjerat kasus korupsi proyek jalan tahun 2010.

"Kami telah melakukan penanganan, penyelidikan, dan penyidikan sehingga Kepala Dinas PU pada tahun 2010 yang berinisial MA yang saat ini sedang menjabat Sekda Kabupaten Pemalang," kata Dirkrimsus Polda Jateng Kombes Johanson Ronald Simamora saat ditemui di kantornya, Selasa (19/7/2022).

"Menetapkan saudara MA sebagai tersangka tindak pidana korupsi. Untuk sekarang kita belum melakukan pemanggilan sebagai tersangka, nanti kita akan memanggilnya sebagai tersangka," imbuhnya.


Johanson menjelaskan kasus korupsi itu terjadi pada tahun 2010, MA dinilai terlibat dalam penyelewengan dana pembangunan jalan paket 1 dan paket 2 Kabupaten Pemalang.

"Kemudian pada tahun 2012 pernah dilakukan tindak pidana korupsi dan melibatkan berbagai pihak salah satunya adalah empat tersangka. Pada saat itu telah ditetapkan sebagai tersangka dan dilakukan proses. Empat tersangka ini telah menjalani vonis hukuman pada 2012," jelasnya.

Empat orang itu kemudian melaporkan keterlibatan MA dalam perkara tersebut. MA dinilai terlibat dalam korupsi yang merugikan negara sebesar Rp 1 miliar.

"Total nilai proyek adalah Rp 6.579.000.000. Dari jumlah total proyek, kerugian negara Rp 1 miliar," jelasnya.

Saat itu, lanjut Johanson, MA meminta agar pencairan dana pembangunan jalan itu sebanyak 100 persen. Padahal progres pembangunan baru 73 persen.

Kemudian uang itu diserahkan oleh MA kepada pihak lain yang bukan pemenang proyek. Saat ini polisi telah menyita dari pihak tersebut sebesar Rp 500 juta.

"Perbuatan yang melawan hukum yang dilakukan oleh MA yang sekarang menjabat sebagai Sekda Kabupaten Pemalang yaitu pencairan 100 persen dari paket 1 dan 2 yang sebenarnya pekerjaan masih 73 persen dan penyerahan uang Rp 500 juta kepada PT Aska padahal bukan yang pemenang proyek," kata Johanson.

Sementara itu MA telah mengundurkan diri sebagai Sekda Pemalang pada Juli kemarin. Dilansir website resmi Pemprov Jateng, (MA) mengundurkan diri setelah terlibat kasus korupsi dan ditetapkan tersangka oleh polisi.

Simak lebih lengkap di halaman berikutnya...