Sambo Akui Bohong-Rekayasa Kasus Pembunuhan Yoshua: Mohon Maaf, Pak Kapolri

Tim detikNews - detikJateng
Kamis, 11 Agu 2022 22:45 WIB
Irjen Ferdy Sambo datang memenuhi panggilan pemeriksaan di Bareskrim Polri, Kamis (4/8/2022) Sambo diperiksa terkait dengan kasus penembakan yang dilakukan Bharada E yang menewaskan Brigadir J di rumah dinasnya.
Irjen Ferdy Sambo. Foto: Rifkianto Nugroho
Solo -

Mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo akhirnya mengakui telah melakukan rekayasa dalam kasus kematian Brigadir J di rumahnya. Dia juga meminta maaf kepada sejumlah pihak, kepada keluarga, masyarakat luas, Kapolri, hingga teman-teman sejawat di kepolisian yang ikut 'kena getah' dari kasus tersebut.

Pengakuan tersebut dilakukan secara terbuka oleh pengacaranya, Arman Hanis.

"Izinkan saya sebagai manusia yang tidak lepas dari kekhilafan secara tulus meminta maaf dan memohon maaf sebesar-besarnya khususnya kepada rekan sejawat Polri beserta keluarga serta masyarakat luas yang terdampak akibat perbuatan saya yang memberikan informasi yang tidak benar serta memicu polemik dalam pusaran kasus Duren Tiga yang menimpa saya dan keluarga," kata Arman membacakan pesan dari Sambo di Jalan Saguling III, Jakarta Selatan, seperti yang dilansir dari detikNews, Kamis (11/8/2022).


Menurut Arman, Sambo melakukan hal tersebut untuk menjaga serta melindungi marwah dan kehormatan keluarga.

Selanjutnya, Sambo mengatakan akan mengikuti setiap proses hukum yang berjalan hingga nanti kasusnya dibawa ke pengadilan. Dia menyatakan akan bertanggung jawab.

"Saya akan patuh pada setiap proses hukum saat ini yang sedang berjalan dan nantinya di pengadilan akan saya pertanggungjawaban," katanya.

Secara khusus, Ferdy Sambo juga menyampaikan permintaan maaf kepada institusinya, termasuk juga kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo atas perbuatannya.

"Kepada institusi yang saya banggakan, Polri, dan khususnya kepada bapak Kapolri yang sangat saya hormati, saya memohon maaf dan secara khusus kepada sejawat Polri yang memperoleh dampak langsung dari kasus ini saya memohon maaf, sekali lagi saya memohon maaf akibat timbulnya beragam penafsiran serta penyampaian informasi yang tidak jujur dan mencederai kepercayaan publik kepada institusi Polri," katanya.

Dalam kasus penembakan terhadap Brigadir J tersebut,saat ini Ferdy Sambo telah ditetapkan sebagai tersangka. Pengumuman atas penetapan itu dilakukan langsung oleh Kapolri.

"Timsus menetapkan Saudara FS sebagai tersangka," kata Jenderal Sigit di kantornya, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (Jaksel), Selasa (9/8).

Dia disangka telah memerintahkan anak buahnya, Bharada E untuk menembak Brigadir J hingga tewas.



Simak Video "Irjen Ferdy Sambo, Awalnya Belasungkawa Ternyata Dia Pelakunya"
[Gambas:Video 20detik]
(ahr/mbr)