Sambo Tuding Yoshua Lukai Martabat Istrinya, Keluarga: Tidak Percaya!

Tim detikSumut - detikJateng
Kamis, 11 Agu 2022 22:26 WIB
Kuasa hukum keluarga Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat alias Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak
Kamaruddin Simanjuntak. Foto: Azhar Bagas Ramadhan/detikcom
Solo -

Pengacara keluarga Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak mengatakan tidak percaya dengan pengakuan Irjen Ferdy Sambo kepada penyidik soal motifnya memerintahkan anak buahnya membunuh Brigadir J.

Kepada penyidik, Sambo mengaku emosi karena Brigadir J alias Yoshua dilaporkan melakukan tindakan yang melukai martabat istrinya saat berada di Magelang.

"Kesimpulannya, silakan dia menyampaikan hal itu, tapi kami tidak percaya," kata Kamaruddin Simanjuntak seperti dikutip dari detikSumut, Kamis (11/8/2022).


Dia mengungkap alasan yang membuatnya tidak percaya dengan pengakuan itu. Salah satunya karena pada awalnya pelecehan itu dilaporkan terjadi di Duren Tiga, Jakarta Selatan.

"Awal itu dugaan pelecehan itu kan di Duren Tiga, berarti pengakuan ini melunturkan pernyataan pertama," ucap Kamaruddin.

Kemudian ada pula pengakuan dari Bharada E bahwa dia tidak mengetahui adanya peristiwa pelecehan tersebut. Padahal, jika peristiwa pelecehan itu terjadi di Magelang, Bharada E seharusnya mengetahui peristiwa itu.

"Richard Eliezer ketika diperiksa mengaku diperintah, dia tidak tahu kenapa dia diperintah, Richard juga tidak tahu ada pelecehan seksual dan tidak ada baku tembak. Kalau di Magelang, harusnya Richard tahu kan karena dia juga kesana," kata dia.

"Itu hak dia (Sambo) memberikan keterangan. Bebet bobotnya nanti akan dinilai hakim," jelas Kamaruddin.

Sebelumnya, Polri mengungkap motif Irjen Ferdy Sambo memerintahkan anak buahnya membunuh Brigadir J. Ferdy Sambo mengaku memerintahkan membunuh Brigadir J karena marah terhadap Brigadir J.

"Saya ingin menyampaikan satu hal bahwa di dalam keterangannya tersangka FS mengatakan bahwa dirinya menjadi marah dan emosi setelah mendapat laporan dari istrinya PC," kata Dirtipidum Bareskrim Polri, Brigjen Andi Rian Djajadi seperti dilansir dari detikNews, Kamis (11/8/2022).

Ferdy Sambo diperiksa oleh penyidik Polri selama 7 jam di Markas Komando (Mako) Brimob Polri. Pemeriksaan dilakukan sejak pukul 11.00 WIB tadi dan selesai pukul 18.00 WIB.

Selain Ferdy Sambo, tiga tersangka lain juga diperiksa tapi di tempat yang berbeda. Mereka adalah Bharada E, Bripka RR, dan KM.

"Pemeriksaan terhadap tiga tersangka lainnya, tapi bertempat di Bareskrim," imbuhnya.



Simak Video "Irjen Ferdy Sambo Terancam Hukuman Mati"
[Gambas:Video 20detik]
(ahr/mbr)