Isi Percakapan Ferdy Sambo dengan Sahabat via Telepon Usai Bunuh Brigadir J

Nasional

Isi Percakapan Ferdy Sambo dengan Sahabat via Telepon Usai Bunuh Brigadir J

Tim detikNews - detikJateng
Rabu, 10 Agu 2022 11:37 WIB
Irjen Ferdy Sambo datang memenuhi panggilan pemeriksaan di Bareskrim Polri, Kamis (4/8/2022) Sambo diperiksa terkait dengan kasus penembakan yang dilakukan Bharada E yang menewaskan Brigadir J di rumah dinasnya.
Momen Irjen Ferdy Sambo datang memenuhi panggilan pemeriksaan di Bareskrim Polri, Kamis (4/8/2022). (Foto: Rifkianto Nugroho)
Solo -

Fahmi Alamsyah mengundurkan diri sebagai Penasihat Ahli Kapolri bidang Komunikasi Publik usai terseret pusaran kasus Irjen Ferdy Sambo. Dia menceritakan awal mula Irjen Ferdy Sambo menghubunginya untuk bercerita soal kematian Brigadir Yoshua atau Brigadir J.

Dilansir detikNews, Rabu (10/8/2022), Fahmi bercerita Ferdy Sambo menghubunginya pada Minggu (10/7) atau dua hari setelah kejadian.

"Kenapa (Irjen Ferdy Sambo) telepon saya? Karena dia mendengar informasi ada media yang sudah bertanya ke Kabid Propam Jambi (soal kematian Brigadir J)," jelas Fahmi kepada detikcom, Selasa (9/8) malam.


Fahmi kemudian memberi saran kepada Irjen Ferdy Sambo saat itu untuk merilis peristiwa kematian Brigadir Yoshua paling lambat pada Senin (11/7) pukul 16.00 WIB.

"Pada saat telepon, saya menyarankan ceritakan apa yang terjadi pada Kapolda Jambi (soal peristiwa) di Duren Tiga supaya tidak menambah kebingungan," sambung Fahmi Alamsyah.

Fahmi mengaku saat itu tak tahu yang sebenarnya terjadi di Duren Tiga. Namun, dia semula mempercayai cerita yang disampaikan Irjen Ferdy Sambo karena kedekatannya.

"Sebetulnya faktanya seperti apa, saya juga nggak tahu. Tapi saya harus percaya sebelum ada pembuktian sebaliknya. Saya menolong dalam rangka teman, sahabat, bukan dalam kapasitas penasihat Kapolri. Kenapa dia minta tolong saya? Kan sudah kenal dari dulu. Jadi sudah lama, dari zaman dia Wadir Krimum Polda Metro," tutur Fahmi Alamsyah.

"Dia jadi sahabat iya, teman diskusi banget, apalagi setelah jadi Kadiv Propam," sambung Fahmi.

Fahmi Bantah Bantu Ferdy Sambo Susun Skenario

Fahmi menepis pemberitaan yang menyebutnya menyusun skenario baku tembak di rumah Irjen Ferdy Sambo hingga menewaskan Brigadir J atau Brigadir Yoshua. Dia mengaku hanya membantu Irjen Ferdy Sambo membuat draf rilis media.

"Pertama, saya tidak hadir di TKP saat hari Jumat, 8 Juli 2022. Kedua, yang dimintakan bantuan (oleh FS) bukan (menyusun skenario) kronologis, tapi draf rilis media," kata Fahmi.

Polri mendalami soal adanya dugaan skenario kronologi awal kasus ini disusun oleh Fahmi Alamsyah.

"Jadi pertanyaan pertama (soal dugaan keterlibatan Fahmi Alamsyah) tadi kami sedang melakukan pendalaman, tim sedang bekerja," kata Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (9/8).



Simak Video "Penanganan yang Akan Dilakukan Kak Seto untuk Anak-Anak Sambo"
[Gambas:Video 20detik]
(sip/mbr)