Nasional

ACT Diduga Selewengkan Rp 107,3 M Dana Boeing, Ini Rinciannya

Tim detikNews - detikJateng
Senin, 08 Agu 2022 15:07 WIB
PPATK blokir rekening ACT pada Rabu (6/7/2022) silam. Hal tersebut dilakukan lantaran banyaknya laporan dugaan penyelewengan dana yang dilakukan oleh ACT.
Ilustrasi pemblokiran rekening ACT. (Foto: Infografis detikcom/Fuad Hasim)
Solo -

Dittipideksus Bareskrim Polri mengaudit aliran dana Yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT) soal dugaan penyelewengan dana donasi. Hasilnya sebanyak Rp 107,3 miliar dana dari Boeing diduga disalahgunakan oleh ACT.

"Dari hasil pendalaman penyidik Bareskrim Polri dan tim audit bahwa dana sosial Boeing yang digunakan tidak sesuai dengan peruntukannya diduga sebesar Rp 107,3 miliar," kata Kabag Penum Divhumas Polri Kombes Nurul Azizah kepada wartawan, seperti dilansir detikNews, Senin (8/8/2022).

Nurul mengatakan bahwa dana sosial Boeing yang diperuntukkan untuk pembangkit sarana sosial hanya dikucurkan sebanyak Rp 30,8 miliar.


"Kemudian, didapati fakta juga bahwa ternyata dana sosial Boeing yang digunakan untuk kegiatan pembangunan sarana sosial sesuai proposal ahli waris, berdasarkan hasil audit diduga hanya sebesar Rp 30,8 miliar," ucapnya.

Nurul mengungkap dana sosial Boeing yang diperuntukkan untuk pembangkit sarana sosial sesuai proposal ahli waris hanya dikucurkan sebanyak Rp 30,8 miliar.

"Kemudian, didapati fakta juga bahwa ternyata dana sosial Boeing yang digunakan untuk kegiatan pembangunan sarana sosial sesuai proposal ahli waris, berdasarkan hasil audit diduga hanya sebesar Rp 30,8 miliar," ucapnya.

Berikut rinciannya

  • Dana pengadaan Armada Rice Truk Rp 2.023.757.000 (miliar);
  • Dana pengadaan Armada Program Big Food Bus Rp 2.853.347.500 (miliar);
  • Dana pembangan pesantren peradaban Tasikmalaya Rp 8.795.964.700 (miliar);
  • Dana talangan kepada Koperasi Syariah 212 sebesar Rp 10.000.000.000 (miliar);
  • Dana talangan kepada CV CUN Rp 3.050.000.000 (miliar);
  • Dana talangan kepada PT MBGS Rp 7.850.000.000 (miliar);
  • Dana untuk operasional yayasan (gaji, tunjangan, sewa kantor dan pelunasan pembelian kantor);
  • Dana untuk yayasan lain yang terafiliasi ACT.


4 Petinggi ACT Jadi Tersangka Penggelapan Dana Donasi

Bareskrim Polri telah menetapkan Presiden ACT Ibnu Khajar dan mantan Presiden ACT Ahyudin sebagai tersangka kasus dugaan penggelapan dana donasi. Selain itu ada dua tersangka lain dalam kasus ini.

Dua tersangka lainnya yakni Hariyana Hermain yang merupakan salah satu pembina ACT dan memiliki jabatan tinggi lain di ACT, termasuk mengurusi keuangan. Ada juga tersangka lain, yakni Novariandi Imam Akbari (NIA), selaku Ketua Dewan Pembina ACT.

Simak lebih lengkap di halaman berikutnya...