Round-Up

Awas! Aksi Sadis 'Klithih' Rambah Semarang, 3 Taruna AMNI Jadi Korban

Tim detikJateng - detikJateng
Sabtu, 06 Agu 2022 07:05 WIB
5 pelaku klithih yang ditangkap di Semarang
5 pelaku 'klithih' yang ditangkap di Semarang, Jumat (5/8/2022). (Foto: Afzal Nur Imam/detikJateng)
Solo -

Kekerasan jalanan seperti aksi klithih di Jogja, kini terjadi di Semarang. Aksi itu memakan korban tiga orang taruna Akademi Maritim Nasional Indonesia (AMNI) Semarang.

Ketiga korban menjadi sasaran pengeroyokan puluhan pemuda tanpa sebab yang jelas. Akibatnya seorang korban saat ini masih dalam kondisi kritis.

"Peristiwa ini diawali oleh berkumpulnya para pelaku ini di salah satu tempat di Kota Semarang. Mereka kemudian minum-minum alkohol kemudian mereka bersepakat keliling Kota Semarang untuk mencari musuh," kata Kapolrestabes Semarang Kombes Irwan Anwar dalam gelar perkara di Malpolrestabes Semarang, Jumat (5/8).


Peristiwa itu terjadi pada Minggu (31/7) pukul 01.00 WIB. Pembacokan awal terjadi di sekitar lampu merah MT Haryono, Kota Semarang.

Saat itu, korban yang baru pulang makan nasi goreng, tiba-tiba diserang diteriaki oleh para pelaku yang menggunakan 11 motor. Karena dikira temannya, korban pun sempat memperlambat laju motornya.

"Yang (kemudian) terjadi adalah mereka dikeroyok bahkan dibacok menggunakan celurit, dipukul menggunakan alat-alat yang sudah disiapkan sebelumnya," katanya.

Korban bernama Yulius dibacok di area kepala dan mengalami luka serius meski dia masih menggunakan helm. Sedangkan, dua korban lainnya yang bernama Kori Andika dan Bayu Wahana Saputra menyelamatkan diri dengan menceburkan diri ke kali dan bersembunyi di gorong-gorong.

"Karena itu akibat dari luka bacok yang dilakukan oleh tersangka ini. Jadi korban waktu itu memang masih menggunakan helm namun kemudian tembus mengenai kepala korban bahkan informasinya sampai ke daerah otak korban," jelas Irwan.

"Kondisi korban sekarang dalam keadaan kritis belum sadarkan diri sudah hari kelima," lanjutnya.

Saat ini, lima pelaku, DC (17), AWW (16), MAD (19), ASN (22), dan RWB (21) sudah berhasil diamankan oleh polisi. Kelimanya dijerat Pasal 170 KUHP dengan ancaman pidana paling lama sembilan tahun penjara.

"Kami mengimbau kepada para pelaku yang belum tertangkap dan pelaku yang belum menyerahkan diri segera menyerahkan diri secepatnya karena lambat atau cepat pasti akan dilakukan penangkapan," katanya.

Para pelaku mempunyai kode khusus. Simak di halaman selanjutnya..