Gelapkan Dana Pensiun, Kepala Kantor Pos Capem Rembang Purbalingga Ditangkap

Vandi Romadhon - detikJateng
Rabu, 27 Jul 2022 14:26 WIB
Kepala Kantor Pos Capem Rembang, Purbalingga ES (30) di Mapolres Purbalingga, Rabu (27/7/2022).
Kepala Kantor Pos Capem Rembang, Purbalingga ES (30) di Mapolres Purbalingga, Rabu (27/7/2022). (Foto: Vandi Romadhon/detikJateng)
Purbalingga -

Kepala Kantor Pos Cabang Pembantu (Capem) Rembang, Kabupaten Purbalingga ES (30) diringkus unit Tipikor Satreskrim Polres Purbalingga. Warga Desa Penolih, Kecamatan Rembang ini diduga menggelapkan dana pembayaran gaji ke-13, penyaluran BPNT, dan jasa pelayanan keuangan lainnya.

"Pada Jumat (22/4) tersangka ES mengelola dana kas Rp 443.424.364 yang rencananya akan digunakan untuk pembayaran pensiun ke-13 Taspen sebesar Rp 150 juta, pembayaran pensiun ke-13 BTPN sebesar Rp 50 juta, penyaluran BPNT dari Kemensos RI sebesar Rp 100 juta, dan penyaluran dana wesel nasional serta jasa keuangan lainnya," kata Kapolres Purbalingga AKBP Era Jhony Kurniawan di Mapolres Purbalingga, Rabu (27/7/2022).

Pada tanggal itu ES melakukan penyaluran dana hingga pukul 15.00 WIB, karena jam dinas telah selesai uang masih tersisa Rp 394.409.977. Namun, kata Era, uang yang seharusnya disimpan di dalam brankas dibawa kabur oleh pelaku.


Setelah melakukan penggelapan dana, ES kemudian kabur dari rumah dan kantor nya sejak Sabtu (23/4). Setelah dilakukan pencarian dia akhirnya tertangkap di sebuah rumah kos di Denpasar Bali.

"Penangkapan tanggal 14 Juli di Denpasar Bali setelah kabur kurang lebih selama dua bulan, sebelumnya sempat berpindah-pindah lokasi dan akhirnya berhasil ditangkap," ujarnya.

Menurut Era selain menggelapkan dana yang harus nya disalurkan, pelaku juga menggelapkan uang kantor, dan penjualan benda pos dan materai.

"Kerugian negara yang disebabkan sebanyak Rp 396.485.077 terdiri dari sisa kas penyaluran sebesar Rp 394.409.977 dan penjualan benda pos dan materai sebesar Rp 2.075.000," jelasnya.

Pihaknya mengungkap ES menggunakan uang itu untuk melakukan trading crypto. Selain itu sebagian uangnya digunakan untuk membayar utang dan keperluan pribadinya selama pelarian di Denpasar Bali.

"Ada yang digunakan untuk trading crypto Rp 150 juta, membayar utang pribadi kepada teman dan membayar utang di lembaga keuangan sisanya untuk biaya selama pelarian di Denpasar Bali," terangnya.

Era mengungkap polisi berhasil menyita Rp 52 juta yang ada di salah satu lembaga jasa keuangan di wilayah Kecamatan Pengadegan Purbalingga sebagai barang bukti. Selain itu sisa uang yang masih dikuasai sebesar Rp 2,7 juta juga turut diamankan.

"Selain uang juga turut diamankan sebagai barang bukti 1 unit sepeda motor, dokumen atau berkas terkait status kepegawaian, dan empat buah buku tabungan dan kartu ATM atas nama ES," jelasnya.

Atas tindakannya ES diancam dengan pasal 2 ayat 1 subsider pasal 3 subsider pasal 8 juncto pasal 18 UU RI No 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU RI nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

"Ancaman hukumnya maksimal 20 tahun, atau denda paling banyak Rp 1 miliar," tuturnya.



Simak Video "Ruko di Purbalingga Kebakaran, Ibu dan Anak Tewas Terpanggang"
[Gambas:Video 20detik]
(aku/aku)