Polda Jateng Bongkar Pengiriman 509,7 Gram Sabu dari Zambia ke Semarang

Angling Adhitya Purbaya - detikJateng
Senin, 20 Jun 2022 13:11 WIB
Seorang pengedar narkoba (kaos putih) di Kabupaten Semarang ditangkap Direktorat Reserse Narkoba Polda Jawa Tengah.
Seorang pengedar narkoba (tengah, kaos putih) di Kabupaten Semarang ditangkap Direktorat Reserse Narkoba Polda Jawa Tengah. Foto: Dok. Ditresnarkoba Polda Jateng
Semarang -

Direktorat Reserse Narkoba Polda Jawa Tengah menangkap seorang pengedar narkoba di Kabupaten Semarang. Barang bukti yang diamankan berupa sabu seberat 509,7 gram.

Direktur Reserse Narkoba (Dirresnarkoba) Polda Jateng Kombes Lutfi Martadian mengatakan, pengungkapan kasus itu berkat investigasi bersama Bea Cukai Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Awalnya, petugas mencurigai adanya paket dari negara Zambia.

"Joint Investigasi dengan Bea Cukai Pelabuhan Tanjung Emas Semarang melalui pengiriman yang diawasi pada Rabu 15 Juni 2022 sekira pukul 11.00 WIB," kata Lutfi dalam keterangan tertulisnya kepada detikJateng, Senin (19/6/2022).


"Setelah melakukan profiling sasaran, kemudian melakukan penangkapan terhadap pelaku yang menerima jasa paket tersebut di wilayah Kabupaten Semarang," imbuh Lutfi.

Tersangka adalah pria berinisial CY (42). Dia ditangkap di rumah kerabatnya di daerah Bergas Lor, Kabupaten Semarang. Dari tersangka diamankan dua paket sabu seberat 509,7 gram.

"Kami mengamankan barang bukti 2 paket narkotika diduga jenis sabu berat bruto 509,7 gram di dalam rumah kerabatnya," kata Lutfi.

Barang bukti lain yang diamankan yaitu telepon seluler, timbangan digital, alat isap, plastik klip, pipet, dan korek api yang dimodifikasi. Tersangka mengaku diperintah oleh seseorang berinisial A, narapidana di salah satu Lembaga Pemasyarakatan di Jawa Tengah.

"Menurut keterangan tersangka, paket tersebut berisi narkotika jenis sabu dari A, narapidana di salah satu lapas di Jawa Tengah. Dan, tersangka sudah 5 kali diperintahkan, mendapatkan upah per kantong sebesar Rp 250 ribu dan memakai sabu secara gratis," jelasnya.

Tersangka kemudian dibawa ke Kantor Direktorat Reserse Narkoba dan diketahui bahwa dia merupakan residivis kasus narkotika.

"Pernah dihukum kasus narkotika pada tahun 2017 dan keluar pada tahun 2018 dari lapas Ambarawa," jelas Lutfi.

Lutfi juga mengimbau masyarakat agar tidak perlu ragu untuk melaporkan soal narkoba. "Kami hadir dan kami pastikan tidak ada ruang untuk bandar narkoba di wilayah Jawa tengah,"pungkas Lutfi.



Simak Video "4 Polisi Terluka saat Tangkap Pengedar Narkoba di Polman Sulbar"
[Gambas:Video 20detik]
(dil/ahr)