Konvoi Bawa Sajam di Jalan Samas Bantul, 17 Pelajar Diciduk Polisi

Pradito Rida Pertana - detikJateng
Sabtu, 21 Mei 2022 16:36 WIB
Polisi saat menunjukkan barang bukti sajam berupa celurit dan gir modifikasi, Sabtu (21/5/2022).
Polisi saat menunjukkan barang bukti sajam berupa celurit dan gir modifikasi, Sabtu (21/5/2022). (Foto: Pradito Rida Pertana/detikJateng)
Bantul -

Polisi mengamankan 17 pelajar yang kedapatan menggelar konvoi membawa senjata tajam (sajam) di Jalan Samas, Kapanewon Bambanglipuro, Kapanewon Bantul. Para pelajar itu hendak mendatangi salah satu sekolah tingkat menengah atas di Bambanglipuro dengan dalih hendak membalas dendam.

Kasat Reskrim Polres Bantul AKP Archye Nevadha mengatakan, kejadian berawal dari viralnya video berisi konvoi pelajar yang beberapa pesertanya membawa sajam dan gir modifikasi di Jalan Samas. Mendapati informasi tersebut, polisi langsung melakukan penyelidikan dan didapati ternyata video itu diambil Kamis (19/5).

"Dari video itu langsung kami tindaklanjuti dan secara estafet sejak kemarin Jumat (20/5) sore hingga siang hari ini sudah diamankan 17 remaja yang diduga ada dalam video tersebut," kata Archye saat jumpa pers di Mapolres Bantul, Sabtu (21/5/2022) siang.

Archye melanjutkan, 17 pelaku ini semuanya masih berstatus pelajar. Bahkan beberapa ada yang masih berstatus pelajar SMP.

"Sebagian besar berstatus pelajar dan sekolahnya di salah satu sekolah menengah atas di (Kapanewon) Kretek. Untuk barang bukti kami amankan 8 unit motor, 8 unit smartphone, beberapa potong pakaian, sebilah celurit dan satu gir modifikasi," ujarnya.

Dari 17 pelaku ini, polisi telah menetapkan 2 tersangka. Pasalnya kedua pelajar ini membawa sajam bahkan salah satunya menyeret celurit ke aspal jalan raya.

"Dalam penyidikan untuk yang bawa sajam sudah ditetapkan jadi tersangka yaitu MC, dia masih kelas 2 SMP. Perannya sebagai eksekutor dan bawa sajam jenis celurit sepanjang 45 sentimeter dan dia sempat gesekkan celurit di jalan," ucapnya.

"Yang kedua YG, dia kelas 10. Dia sempat memutar-mutar sabuk yang ujungnya dipasang gir berdiameter 6 sentimeter saat konvoi kelulusan itu," lanjut Archye.

Menyoal penyebab konvoi sembari membawa sajam itu, Archye menyebut karena hendak mendatangi salah satu sekolah menengah atas di Bambanglipuro. Hal itu karena sebelumnya rombongan sekolah Bambanglipuro itu mendatangi sekolah pelaku.

"Jadi rombongan tersebut merupakan salah satu sekolah menengah atas di Kretek, Bantul. Nah, rencananya mau datangi salah satu sekolah menengah atas di Bambanglipuro," ucapnya.

"Karena sekolah yang dari Kretek tidak terima saat sekolah Bambanglipuro lewat dan mbleyer-mbleyer. Dianggap menantang dan sekolah menengah di Kretek berinisiatif menyerang balik," imbuh Archye.

Saat ini polisi masih mengembangkan kasus tersebut dan tidak menutup kemungkinan munculnya pelaku lain. Polisi juga memastikan tetap memproses kasus tersebut hingga tuntas.

"Mereka disangkakan pasal 2 ayat 1 Undang-undang Darurat no 12 tahun 1951 dengan ancaman maksimal 10 tahun penjara. Intinya tetap ditindaklanjuti, meski di bawah umur tetap kami proses," ujarnya.

Salah satu tersangka yakni MC mengakui semua perbuatannya. MC juga mengaku bahwa mendapatkan celurit dari membeli di salah satu e-commerce.

"Iya (di video itu saya), saya kelas 2 SMP. Kalau itu (celurit) beli dari (menyebut e-commerce), aslinya saja buat pajangan saja itu," ucapnya.

Tersangka lainnya yakni YG mengaku membuat gir modifikasi sendiri. YG juga menjelaskan alasan kelompoknya hendak mendatangi salah satu sekolah menengah atas di Bambanglipuro.

"Itu (gir modifikasi) buat sendiri, sebenarnya untuk pajangan. Tapi akhirnya buat ngedrop (mendatangi sekolah lain) itu karena ada masalah, yang sekolah Bambanglipuro itu sebelumnya ngedrop terus kami mau membalas," katanya.



Simak Video "Diteriaki Maling, Mobil Mercy di Bantul Jadi Sasaran Warga"
[Gambas:Video 20detik]
(aku/aku)