3 Pria Rampas Ponsel ABG di Pekalongan, Ngaku Polisi-Bawa Pistol Mainan

Robby Bernardi - detikJateng
Jumat, 13 Mei 2022 13:49 WIB
Polres Pekalongan jumpa pers kasus perampasan ponsel, Jumat (13/5/2022).
Polres Pekalongan jumpa pers kasus perampasan ponsel, Jumat (13/5/2022). Foto: Robby Bernardi/detikJateng
Pekalongan -

Tiga orang pria merampas ponsel ABG di Kabupaten Pekalongan. Para pelaku beraksi dengan mengaku sebagai polisi dan menodongkan pistol mainan ke arah korban.

Pelaku inisial MA (28), MZ (29) dan PW (30), ketiganya warga Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan.

Kapolres Pekalongan AKBP Arief Fajar Satria menjelaskan peristiwa perampasan tersebut terjadi di dua lokasi. Pelaku melakukan perampasan HP para remaja yang tengah menyulut petasan pada dini hari.

"Ada dua TKP, pertama yakni di Desa Jajarwayang, Kecamatan Bojong dan lokasi kedua di Perumahan Parawayang, Kedungwuni. Dari dua lokasi, polisi telah mengamankan tiga pelaku yang merupakan residivis kasus serupa," kata Arief saat menggelar jumpa pers di Mapolres Pekalongan, Jumat (13/5/2022).

Arief menjelaskan, pelaku sengaja menyasar korban usia remaja yang menyulut petasan pada dini hari saat bulan Ramadan kemarin. Modusnya dengan mengaku sebagai polisi dan mengancam korban.

"Berdalih mereka sebagai anggota polisi, mereka menodongkan pistol mainan pada para korban. Salah satu pelaku mengatakan 'tembak komandan'. Korban takut kemudian menyerahkan ponsel dengan alasan memeriksa isi ponsel terkait peredaran bahan petasan," ungkap Arief.

Setelah berhasil menggasak beberapa ponsel, pelaku seolah-olah memeriksa isi ponsel dan mengatakan pada para korbannya agar mengambil ponsel di balai desa setempat pada pagi harinya.

"Pelaku langsung kabur dan membawa HP milik korban," imbuhnya.

Polisi yang menerima laporan kemudian melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan para pelaku. Dari hasil pemeriksaan sementara, diketahui terdapat dua TKP lainnya yakni di wilayah Doro dan Tirto.

Sementara itu, salah satu pelaku, MZ, mengaku melakukan aksinya itu untuk memenuhi kebutuhan Lebaran. Pistol mainannya yang dibawa saat beraksi adalah milik keponakannya.

"Ya karena butuh (uang) untuk Lebaran. Saya pinjam pistol mainan dari ponakan," kata MZ saat dihadirkan dalam jumpa pers.

Pelaku mengakui melakukan perampasan ponsel dengan memanfaatkan pelarangan petasan selama bulan Ramadan. Mereka kemudian beraksi dengan mengaku sebagai polisi.

"Kami punya inisiatif menyamar jadi polisi ini karena tahu bermain petasan itu dilarang. Jadi kami seolah-olah jadi polisi. Ini inisiatif sendiri. Kami sudah dapat tiga HP. Kami jual, uangnya untuk kebutuhan," kata MZ.

Dari tangan pelaku, polisi mengamankan barang bukti tiga ponsel yang belum sempat terjual, pistol mainan dan sepeda motor yang digunakan pelaku.

Akibat perbuatannya, ketiga pelaku dijerat dengan Pasal 368 ayat 1, dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara.



Simak Video "Pemuda di Tasik Curi HP, Aniaya Anak Tetangga Pakai Besi"
[Gambas:Video 20detik]
(rih/ams)