Bejat Kuadrat! Guru Purbalingga Perkosa 7 Murid, Direkam Pakai Laptop Sekolah

Vandi Romadhon - detikJateng
Rabu, 09 Mar 2022 09:33 WIB
Poster
Ilustrasi perkosaan. Foto: Edi Wahyono
Purbalingga -

Seorang guru di sebuah sekolah negeri di Purbalingga, AS (32) ditangkap atas dugaan memperkosa 7 orang muridnya. Saat melakukan aksi perkosaan, guru bejat itu merekam aksinya.

Perbuatan tersangka dilakukan selama kurun 2013-2021. Saat ini sudah ada 7 orang yang diketahui menjadi korban. Para korban semula enggan mengungkap kejahatan itu lantaran takut dengan ancaman pelaku.

"Para korban saat kejadian rata-rata berumur 14 tahun, AS dalam melancarkan aksinya mengancam para murid dengan memaksa dan mengancam akan memberikan nilai jelek jika tidak menuruti kemauannya, hal itulah yang membuat korban bungkam," kata Kapolres Purbalingga AKBP Era Jhony Kurniawan di Kantornya, Rabu (9/3/2022).


Era menjelaskan, aksi perkosaan itu dilakukan oleh tersangka di kompleks sekolah. Dari kronologi kejadian, AS yang merupakan guru mata pelajaran musik tersebut melakukan sejumlah tipu muslihat dengan meminta murid-murid yang menjadi target untuk masuk ke dalam ruang kelas musik, kemudian menguncinya.

"Setelah di dalam ruangan dia mengajak ngobrol murid dan memeluk dari belakang. Saat korban berteriak dia membungkam mulut lalu menunjukkan video dewasa dan mulai membuka pakaian korban dan memegangi tangannya agar korban tidak berdaya," ungkapnya.

Parahnya, aksi cabul AS direkam dengan laptop yang merupakan inventaris sekolah. Video rekaman itu digunakan sebagai senjata untuk mengancam agar korban bersedia mengulangi tindakan tidak terpuji itu lagi.

"Selain ancaman nilai jelek, ada juga korban yang diajak melakukan persetubuhan lebih dari satu kali dengan modus apabila tidak mau lagi, video korban saat bersetubuh dengan tersangka akan disebarluaskan," ungkapnya.

Beruntung, perbuatan itu pada akhirnya terungkap sehingga polisi bisa menangkap pelaku. Pihaknya menjelaskan, atas perbuatannya tersangka diancam hukuman dengan pasal perlindungan anak dan pasal tentang pornografi.

"Untuk ancaman hukuman kepada tersangka minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun ditambah sepertiga ancaman pidana karena dilakukan pendidik dan denda sebanyak Rp 5 miliar rupiah," tutupnya.



Simak Video "Biadab! 2 Pemuda di Tasik Cekoki dan Perkosa Anak Berkebutuhan Khusus"
[Gambas:Video 20detik]
(ahr/mbr)