8 Fakta Pria Bucin Jual Perabot demi Pacar, Bupati Bantul Kecewa

Pradito Rida Pertana - detikJateng
Selasa, 15 Feb 2022 08:34 WIB
Pemuda bucin Bantul, inisial DRS (kiri), ditangkap polisi, Minggu (13/2/2022).
Pemuda bucin Bantul, inisial DRS (kiri), ditangkap polisi, Minggu (13/2/2022). Foto: dok. Satreskrim Polres Bantul
Bantul -

Tak berselang lama setelah menerima laporan penjualan perabotan rumah, polisi akhirnya kembali menciduk DRS (24) di rumah bersama pacarnya. Alasannya masih sama, DRS menjual perabotan untuk memanjakan sang pacar. Bupati Bantul Abdul Halim Muslih yang pernah 'membantu' DRS pun kecewa.

1. Diciduk saat Pulang

"(DRS) Sudah kami amankan kemarin Minggu (13/2/2022) saat yang bersangkutan pulang ke rumahnya (Pundong)," kata Kasat Reskrim Polres Bantul AKP Archye Nevadha kepada wartawan di Kabupaten Bantul, Senin (14/2/2022).


2. Pacarnya Juga Diringkus

Tak hanya menangkap DRS, polisi juga membawa pacar DRS untuk dimintai keterangan. Menurut Archye, saat ini pihaknya telah menetapkan DRS sebagai tersangka.

"Pada saat mengamankan juga kami mendapati pacar dari yang diduga pelaku tersebut, dan kami bawa ke kantor untuk pemeriksaan lebih lanjut," ucap Archye.

3. Jadi Tersangka, Ditahan

Polisi menyebut telah melakukan pemeriksaan terhadap DRS. Hasilnya, polisi menetapkan DRS sebagai tersangka

"Pada saat ini terduga pelaku sudah kami tetapkan tersangka dan ditahan di rutan (ruang tahanan) Polres Bantul," ujar Archye.

4. Pacarnya Berstatus Saksi

Sedangkan untuk pacar DRS, Archye menyebut masih berstatus sebagai saksi. Pasalnya, pacar DRS mengetahui semuanya perbuatan pacarnya.

"Status pacarnya masih saksi dan ini masih pacar yang sama. Karena biar bagaimanapun pacarnya itu ya mengetahui terkait tindakan yang dilakukan oleh pelaku," kata Archye.

5. Jual Perabotan Ibunya

Dari keterangan DRS, Archye mengungkapkan bahwa DRS telah menjual dua perabotan milik ibunya. Yang pertama adalah meja, dan yang kedua adalah kompor gas pemberian Bupati Bantul.

"Dia membawa kompor tersebut, kemudian menjualnya pada saat perjalanan ke tampat pacarnya di Jawa Timur. Kalau uangnya itu dari keterangan sudah digunakan (DRS) untuk kebutuhan pribadi dan untuk membelikan barang untuk pacarnya," terang Archye.

6. Jual Kompor Gas-Meja Demi Pacar

Oleh sebab itu, untuk motifnya, Archye menyebut masih sama dengan sebelumnya, yakni memenuhi kebutuhan sehari-hari dan ingin memanjakan pacar. Namun, di sisi lain DRS tidak memiliki penghasilan tetap sehingga menjual perabotan milik orangtuanya.

"Dia (DRS) ini tidak memiliki penghasilan, tapi dia ingin membahagiakan pacarnya," ujarnya.

7. Kena Pasal Berlapis

Atas perbuatannya, Dwi disangkakan pasal 363 KUHP juncto pasal 367 ayat 2 KUHP juncto pasal 65 ayat KUHP ayat 1. Merujuk pasal berlapis tersebut, DRS terancam hukuman 9 tahun penjara.

"Anak dari ibu Paliyem melakukan tindak pidana yaitu pencurian dalam keluarga dan pencurian dengan pemberatan. Maka kami kenakan pasal berlapis dengan 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan (curat), karena anak tersebut sempat memecah kaca untuk bisa masuk dalam rumah dan mengambil meja," ucapnya.

8. Bupati Bantul Kecewa

Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengaku sempat mendamaikan DRS dengan ibunya, Paliyem. Bahkan, perdamaian itu berujung dengan pencabutan laporan polisi oleh Paliyem. Terkait DRS yang kembali berulah, Halim mengaku kaget sekaligus kecewa.

"Ya saya kaget gitu, lha ini gimana ini sudah kita carikan bantuan, sudah kita upayakan pembebasannya, setelah bebas kok kumat lagi. Kan repot ini, jadi ekspektasi saya tidak terjadi. Harapan saya dia sembuh tidak kumat lagi, tapi kok malah kumat lagi," ujar Halim di sela acara peringatan Hari Pers Nasional di Bambanglipuro, Senin (14/2).

Bupati Minta DRS Kerja

Terlepas dari hal tersebut, Halim meminta agar DRS bekerja dan jangan menjual perabotan rumah milik ibunya. Selain itu, Halim menyebut agar DRS tidak hanya mementingkan gaya hidup, namun apa yang benar-benar menjadi kebutuhan hidup.

"Dia (DRS) itu kan masih muda, masih roso (kuat) sebelumnya juga driver ojol yang penghasilannya lumayan. Ya kalau mengikuti gaya hidup itu sampai kapan pun, sampai berapa pun, pendapatan kita tidak akan cukup," ucapnya.

"Jadi jangan bersembunyi di balik kebutuhan untuk memenuhi gaya hidup. Wong sebenarnya kalau kebutuhan untuk hidup jadi driver ojol cukup kok. Tapi kalau gaya mentraktir yange (pacarnya) di restoran besar, gaya hidup mewah ya tidak akan cukup," imbuh Halim.



Simak Video "Polisi Ciduk Pria Ngaku Anggota Brimob Tipu Janda di Kudus"
[Gambas:Video 20detik]
(dil/dil)