Dugaan Pelecehan Seksual Pimpinan Kampus di Jateng Serba Rahasia

Ari Purnomo - detikJateng
Sabtu, 29 Jan 2022 08:48 WIB
Poster
Ilustrasi Foto: Edi Wahyono/detikcom
Sukoharjo -

Kasus pelecehan seksual yang diduga dilakukan oleh pimpinan salah satu kampus di Jawa Tengah belakangan ini menjadi sorotan publik. Ironisnya, korbannya merupakan mahasiswa yang ikut program Bidikmisi. Jumlah korbannya tak hanya 1, tapi mencapai 5 orang.

Dugaan pelecehan seksual ini kali pertama diungkap oleh Direktur Kelembagaan Ditjen Dikti Ristek Kemendikbud Ristek, Lukman.

Usai menjadi pembicara dalam Forum Komunikasi Pimpinan Perguruan Tinggi LLDIKTI Wilayah VI di Hotel Best Western Solo Baru, Lukman menyampaikan telah menerima beberapa aduan mengenai pelecehan seksual di kampus tersebut.

Namun, Lukman enggan membeberkan lebih jauh mengenai kasus asusila tersebut dengan berbagai pertimbangan.

"Banyak yang WA ke saya telah menjadi korban pelecehan seksual. Tapi tidak mau menyebut nama, hanya terindikasi di Jateng. PT (Perguruan Tinggi) di Jateng yang terindikasi pimpinannya melakukan pelanggaran PPKS (Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual)," ungkap Lukman kepada wartawan di Sukoharjo, Selasa (25/1/2022).

Lukman menyampaikan, kasus ini memang tidak diungkap ke publik. Hal itu bukan untuk menutup-nutupi, tapi semata-mata untuk menjaga kondisi psikologis korbannya.

"Kalau di-blow up kasihan kampusnya, alumninya. Bukan berarti kita diam, itu sudah di-follow up tapi kita tidak menyebut nama PT, korban," tutur Lukman.

Kasus asusila ini juga sudah menjadi perhatian di Kemendikbud Ristek dan sudah masuk dalam tahap investigasi.

"Ini harus berhati-hati, ini sudah dicermati oleh Kementerian. Ini sedang dilakukan investigasi," papar Lukman.

Lukman juga menyampaikan, kasus pelecehan seksual itu paling mencolok. Pasalnya, korban dari perbuatan pimpinan kampus itu tidak hanya 1 mahasiswa saja, tetapi cukup banyak.

"Kami sangat menghindari menyebut nama (perguruan tinggi), ini ada 1 kasus yang ditangani tapi besar, korbannya banyak," ungkapnya.

"Korbannya itu mahasiswa program Bidikmisi KIP (Kartu Indonesia Pintar), ditekan, diintimidasi. Saya tidak mau menyebut nama (kampus), hanya terindikasi di Jateng," terang Lukman.

Polda Jateng sudah koordinasi

Polda Jateng sudah berkoordinasi dengan pihak Kemdikbud Ristek. Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Iqbal Alqudusy mengatakan dari hasil koordinasi itu diketahui pihak kampus juga telah melakukan penelusuran internal terkait dugaan pelecehan seksual oleh pimpinannya.

"Belum pengaduan, kemarin itu dari Polda berkoordinasi dengan Dikti, pengawas Dikti. Mereka ternyata sudah melakukan langkah, salah satunya menginterogasi. Ada beberapa yang merasa menjadi korban. Mereka sudah secara internal, kita mendorong agar melapor," kata Iqbal saat dihubungi wartawan, Kamis (27/1/2022).



Simak Video "Meriahnya Acara Launching detikjateng"
[Gambas:Video 20detik]
(bai/dil)