Penipu yang Bawa Kabur 1,8 Ton Jahe di Boyolali Ditangkap!

Ragil Ajiyanto - detikJateng
Jumat, 28 Jan 2022 14:24 WIB
Ilustrasi penipuan penggandaan uang dari daun (Mindra Purnomo/detikcom)
Ilustrasi penipuan. (Mindra Purnomo/detikcom)
Boyolali -

Kasus penipuan yang membuat korbannya rugi 1,8 ton jahe di Boyolali, Jawa Tengah, akhirnya terungkap. Pelaku yang ternyata merupakan pasangan suami istri telah ditangkap polisi.

"Iya, pelaku sudah tertangkap di Cepogo (Boyolali) kemarin. Pelaku pasangan suami istri," kata Kanit Reskrim Polsek Mojosongo, Ipda Rahmad Budi Lestari, Jumat (28/1/2022).

Kedua pelaku berinisial IY (25) dan istrinya S (24) merupakan warga Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali. Kini keduanya masih diperiksa di Polsek Mojosongo.

Korban yakni Rega Ari Priambudi (24) dan ayahnya, Bokari (50), warga Ponorogo, Jawa Timur. Awalnya kedua korban mendapat pesanan jahe dari seorang perempuan bernama Bu Dewi. Barang pesanan jahe diminta untuk dikirimkan ke kios di Pasar Sunggingan, Boyolali.

Namun ternyata dengan tipu muslihat, jahe seberat 1.850 kg dan mobil pikap korban malah dibawa kabur pelaku pada Senin (24/1). Korban yang mengalami kerugian sekitar Rp 170 juta, akhirnya melapor ke Polsek Mojosongo.

Setelah membawa kabur korban, pelaku menurunkan muatan jahe seberat 1,8 ton tersebut. Pelaku kemudian meninggalkan mobil milik korban di suatu tempat dan pelat nomornya dilepas.

Sebanyak 1,8 ton jahe itu kemudian dijual oleh pelaku. Namun sebelum berhasil menjual seluruh jahe itu, pelaku telah ditangkap polisi.

Dalam penangkapan tersebut petugas juga berhasil menyita beberapa karung jahe yang belum terjual dan mobil pikap milik korban. "Masih ada 4-5 karung jahe yang belum terjual," jelasnya.

Selain itu polisi juga menyita pakaian yang dipakai pelaku saat kejadian, dan uang tunai hasil penjualan jahe Rp 475 juta dan mobil milik korban.

Dari hasil penyelidikan, ternyata suami istri itu tak hanya kali ini saja melakukan penipuan empon-empon. Sebelumnya, mereka sudah tiga kali melakukan tindak kejahatan yang sama. Dua kali aksinya di Cepogo, satu kali di Pasar Sunggingan dan terakhir atau yang ke empat kalinya di Mojosongo ini.

"Motifnya ekonomi. Intinya karena ekonomi terbatas timbul niat seperti itu (melakukan penipuan)," terang Rahmad.

Kini kedua pelaku dikenakan pasal penipuan dan pencurian dengan ancaman maksimal 5 tahun penjara.



Simak Video "Wanita Ini Rugi Puluhan Juta Gegara Tergiur Minyak Goreng Murah"
[Gambas:Video 20detik]
(sip/aku)