Dokter Pelaku Penyimpangan Seks Menjijikkan di Semarang Divonis 6 Bulan

Angling Adhitya Purbaya - detikJateng
Rabu, 26 Jan 2022 16:01 WIB
Ilustrasi Fokus Teror Sperma di Tasikmalaya (Fauzan Kamil/detikcom)
Ilustrasi. (Foto: Fauzan Kamil/detikcom)
Semarang -

Dokter yang melakukan pelecehan seksual dengan mencampurkan spermanya ke makanan istri temannya divonis hakim Pengadilan Negeri Semarang dengan hukuman 6 bulan penjara. Ia dinyatakan terbukti melakukan tindakan asusila.

Majelis hakim menyatakan terdakwa, Dody Prasetyo (31) melakukan tindak pidana kesusilaan sesuai Pasal 281 KUHP hingga menimbulkan rasa malu dan takut terhadap korban.

"Terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana asusila. Menjatuhkan pidana penjara 6 bulan," kata Hakim Ketua Gatot Sarwadi di PN Semarang, Rabu (26/1/2022).

Hakim menilai terdakwa merupakan orang dengan kecerdasan di atas rata-rata dan dalam kondisi sehat. Maka mampu bertanggung jawab atas perbuatannya.

"Taraf kecerdasan terdakwa di atas rata-rata. Terdakwa dalam kondisi yang sehat dan segar. Maka majelis hakim berpendapat terdakwa mampu bertanggung jawab atas pebuatannya," tegasnya.

Menanggapi putusan hakim, terdakwa menyatakan pikir-pikir. Pendamping korban dari Legal Resource Center untuk Keadilan Jender dan Hak Asasi Manusia (LRC KJHAM), Nia Lishayati mengatakan pihaknya menghormati keputusan hakim namun kecewa dengan sanksi yang hanya 6 bulan penjara.

"Kami sangat apresiasi hakim pengadilan negeri Semarang atas putusan yang sudah diberikan meskipun masih sedikit tidak sesuai dengan Pasal 281 KUHAP. Harusnya putusan maksimal 2 tahun 8 bulan. Ini hanya 6 bulan," kata Nia usai sidang.

Ia menjelaskan saat ini kasus belum inkrah karena terdakwa menyatakan pikir-pikir. Jika banding, ia berharap Pengadilan Tinggi bisa memutuskan sanksi lebih dari 6 bulan penjara.

"Langkah ke depan mengawal kasus ini karena belum inkrah, masih ada waktu pikir-pikir 7 hari. Kita akan lakukan koordinasi dengan JPU. Apakah JPU dan penasihat hukum lakukan banding atau tidak. Kalau banding, kita harap Pengadilan Tinggi Jateng memutus lebih dari 6 bulan," tegas Nia.

Untuk diketahui, kasus ini menjadi sorotan luas pada September 2021 lalu ketika seorang terdakwa ditetapkan sebagai tersangka terkait penyimpangan seks yang dilakukannya. Ia melakukan onani dan memasukkan spermanya ke makanan korbannya yang tidak lain adalah istri dari rekan di kampus.

Tiga orang itu, terdakwa, temannya, dan korban tinggal bersama di sebuah kontrakan di Kota Semarang. Penyimpangan itu diketahui korban bulan Oktober 2020 lalu ketika korban memasang iPad-nya untuk merekam kondisi ruang makan karena beberapa kali tudung saji dan makanan berubah posisi. Setelah mengetahui aksi tersangka, korban mengalami trauma hingga gangguan makan.



Simak Video "Curhat Brisia Jodie Ngaku Dapat Pelecehan Seksual dari Kru TV"
[Gambas:Video 20detik]
(ahr/aku)