Terpidana Kabur Usai Sidang di Gunungkidul 2019 Silam Diringkus!

Pradito Rida Pertana - detikJateng
Jumat, 21 Jan 2022 15:50 WIB
Ilustrasi Napi Transgender di Penjara Pria
Ilustrasi (Foto: Getty Images/iStock)
Gunungkidul -

Wanita berinisial DR (27) diringkus Kejari Gunungkidul setelah buron sejak 2019. Saat itu DR kabur di tengah perjalanan menuju lapas usai sidang vonis kasus pencurian dan penggelapan.

"Untuk yang bersangkutan berhasil ditangkap di Bekasi (Jawa Barat) kemarin (Kamis 20/1/2022) malam," kata Kepala Kejari Gunungkidul Ismaya Hera Wardanie kepada wartawan, Jumat (21/1/2022).

Ismaya mengungkapkan, penangkapan kembali terhadap wanita asli Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah ini terbilang tidak mudah. Pasalnya DR sering berganti nomor smartphone dan sempat berpindah-pindah lokasi tempat tinggal sebelum akhirnya ke Bekasi.

"Jadi bisa dibilang terpidana ini begitu lihai menghindari penangkapan," ujarnya.

Bahkan, saat di Bekasi pihaknya tidak bisa langsung menangkap DR karena titik lokasinya berpindah-pindah. Oleh sebab itu, pihaknya memancing DR agar mau keluar dari apartemennya.

"Akhirnya kita pancing untuk bertemu, setelah tertangkap lalu langsung dieksekusi karena yang bersangkutan sudah berstatus sebagai terpidana," ucapnya.

Pascapenangkapan kembali, DR akan dibawa ke Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas II B Yogyakarta di Wonosari. Apalagi DR sudah divonis hukuman 1 tahun 1 bulan penjara pada akhir tahun 2019.

"Yang bersangkutan ini sudah sempat ditahan selama sebulan, jadi ini tinggal sisa setahun (menjalani masa tahanan)," ujarnya.

Menyoal bagaimana awal mula DR bisa kabur, Ismaya menjelaskan kejadian bermula saat DR menjalani sidang putusan oleh pengadilan pada akhir tahun 2019. Namun, saat perjalanan pulang dari pengadilan itu DR malah melarikan diri dengan memanfaatkan kelengahan pengawal narapidana dari Kejari Gunungkidul.

"Jadi saat proses mengembalikan yang bersangkutan dari tempat persidangan kembali ke Lapas Perempuan di Yogya pada waktu itu di tengah jalan yang bersangkutan (DR) melarikan diri," ucapnya.

Terkait pengawal yang lalai sehingga membuat DR kabur pada 2019 lalu, Ismaya menyebut yang bersangkutan telah mendapat sanksi disiplin. Sanksi tersebut diberikan setelah ditangani oleh Kejaksaan Tinggi hingga Kejaksaan Agung.

"Sanksinya berupa hukuman berat penurunan pangkat setingkat lebih rendah. Sanksi itu diberikan selama 3 tahun," katanya.



Simak Video "Ditinggal Sang Pemilik, Rumah Tempat Syuting 'KKN di Desa Penari' Dijual"
[Gambas:Video 20detik]
(rih/sip)