Apa Kabar Korban Pembacokan Mbah Minto Demak?

Mochamad Saifudin - detikJateng
Kamis, 20 Jan 2022 19:04 WIB
Korban pembacokan Mbah Minto Demak, Marjani jalani sidang di PN Demak, Kamis (20/1/2022).
Korban pembacokan Mbah Minto, Marjani (Foto: Mochamad Saifudin/detikcom)
Demak -

Masih ingat dengan kasus Kasminto alias Mbah Minto (75) yang membela diri melawan pencuri di Demak? Korban Mbah Minto, Marjani (38), saat ini juga disidang terkait kasus pencurian ikan di kolam yang dijaga Mbah Minto.

Marjani tampak menghadiri persidangan dengan mengenakan kemeja warna terang. Tangan kanannya tampak dimasukkan ke dalam kemeja berlengan pendek. Dia hadir didampingi 7 penasihat hukumnya.

"Ini masih sakit, masih rutin kontrol juga. Belum bisa (digunakan aktivitas sehari-hari tangan kanan). Pakai baju, pakai celana sehari hari harus ada yang bantu, pakai sarung juga harus ada yang bantu. Ini bekas nangkis (celurit), hampir putus jari jarinya," terang Marjani, saat ditemui di PN Demak, Kamis (20/1/2022).

Sidang ini dipimpin Ketua Majelis Hakim, Haryanta. Haryanta berpesan kepada Marjani agar bisa kooperatif selama menjalani tahanan kota.

"(Marjani) Dalam tahanan kota, namun suatu saat bisa berubah apabila hakim memandang perlu. Oleh karena itu saudara saya minta kooperatif sampai minggu depan untuk acara yang sama, (jaksa) penuntut umum diperintahkan menghadirkan terdakwa dalam sidang yang akan datang," ujar Haryanta saat sidang.

Terpisah, pengacara Marjani, Herry Darman menyebut agenda hari ini adalah pemeriksaan saksi-saksi. Ada dua orang saksi yang dipanggil yakni pemilik kolam Suhadak, dan tetangganya Sofyan.

"Hari ini adalah (pemanggilan) saksi-saksi dari JPU. Dalam persidangan ini memang ada dua saksi, pelapor yaitu Suhadak dan dengan Pak Sofyan. Nanti minggu depan juga saksi saksi oleh JPU," terang penasihat hukum Marjani, Herry Darman di PN Demak.

Herry menyebut dalam persidangan tersebut pihaknya mempertanyakan keberadaan barang bukti ikan. Dia juga mempertanyakan jumlah ikan dalam barang bukti tersebut.

"Dalam persidangan tadi ada yang kami pertanyakan bahwa ada barang bukti yang kami akan kejar, di mana ada barang bukti ikan itu belum disajikan di depan pengadilan. Lha ini akan kami persoalkan nanti, kenapa ikan sebagai bukti yang dikatakan oleh saudara Suhadak itu 15 kilogram, kami pertanyakan bahwa tidak bisa dihadirkan di dalam persidangan ini, sedangkan klien kami mengatakan ikan (hasil setrum) itu ada 4 kilogram," ujar dia.

Selengkapnya di halaman berikut...